Welcome To Veterinary's World

Senin, 23 Januari 2012

FISIOLOGI DIGESTI


       Digesti merupakan proses penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan yang terjadi dalam saluran pencernaan, agar dapat diserap dan digunakan oleh jaringan
       Fungsi utama pencernaan adalah memecah molekul kompleks dan molekul besar dalam makanan sehingga molekul dapat diserap dan digunakan tubuh
       Anatomi  Umum
       Mulut-faring-esofagus-lambung-usus-anus
       Invertebrata àfagositosis
PENCERNAAN HEWAN TINGKAT RENDAH
       Intraseluler
       Protozoa, contoh paramecium dan amoeba
       Butir makanan dibungkus oleh vakuola---sel—hasil pencernaan diserap---limbah dikeluarkan
PENCERNAAN PADA AMFIBI
       Hampir sama dengan ikan
       Rongga mulut terdapat gigi bentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa
       Esofagus berupa saluran pendek
       Ventrikulus berbentuk kantung (terbagi dua—muara esofagus dan saluran keluar)
       Intestinum dibedakan atas usus halus dan usus tebal
       Usus halus (duodenum, jejenum dan ileum) tapi belum jelas batas-batasnya
       Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka
       Kloaka merupakan muara bersama antara saluran pencernaan,reproduksi dan urin
       Kelenjar pada amfibi adalah hati dan pankreas
PENCERNAAN PADA AVES
       Makanan ditampung dalam crop/empedal/gizzard---terjadi proses penggilingan sempurna hingga halus
       Makanan—paruh—ditelan—tembolok—dilunakkan dan dicampur dengan kelenjar pencernaan proventrikulus---digiling dalam empedal (tidak ada enzim pencernaan dalam empedal), fungsi utama untuk memperkecil ukuran partikel makanan
       Empedal---masuk ke duodenum (ada enzim amilolitik,lipolitik dan proteolitik dari pankreas dan amilase dari empedu hati)—usus halus dindingnya mengeluarkan kelenjar yang mengandung erepsin dan enzim pemecah gula---diserap vili usus
       Unggas tidak mengeluarkan urine cair, namun urine dikeluarkan bersama-sama dengan feses.
       Warna feses putih---asam urat
PENCERNAAN PADA REPTIL
Rongga mulut –gigi bentuk kerucut, lidah bercabang dua
Esofagus
Lambung/ventrikulus
Intestinum (usus halus dan usus tebal)
Kelenjar pencernaan hati,pankreas, kantung empedu
PENCERNAAN PADA MAMALIA
Saliva tersusun dari: air, elektrolit, mukus, & enzim.
       Air & mukus: melunakkan & melicinkan ingesta memudahkan mastikasi & penelanan (swallowing).
       lysozyme: enzim saliva dengan efek antibakteri.
       amylase: enzim pencerna tepung (starch) didalam saliva
       Sekresi pada sapi >200 liter/hari; manusia 1-2 liter/hari
DIGESTI MEKANIK—PREHENSI DAN MASTIKASI
       Gerakan mengantarkan makanan masuk ke dalam mulut disebut prehensi
       Gigi, pipi, lidahà organ prehensif
       Pengunyahan atau mastikasi atau chewing  biasanya merupakan proses yang segera timbul setelah prehensi
       Otot yang berperan : pterigoid, masseter dan temporal
DEGLUTISI
       Deglutisi atau proses penelanan terbagi dalam tiga tahap
       1. bergeraknya makanan atau air melalui mulut
       2. bergeraknya bolus didalam faring
       3. refleks peristaltis esogafus
MEKANISME DEGLUTISI
       Tahap pertama proses menelan berada dibawah kehendak/sadar.
       Makanan+saliva--àbolus-àpermukaan atas lidah-àlidah diangkat ujungnya dahulu, kearah palat keras untuk menggerakkan bolus menuju faring ; sedangkan palat lunak diangkat menutup hidung sebelah caudal-àdasar lidah  mendorong bolus  masuk ke dalam faring
       Bolus bergerak didalam faring-à merangsang tekanan dinding faring-à refleks penghambatan respirasi, laring ditutup, ditarik ke atas dan ke depan-àdasar lidah melipat epiglotis pada bukaan laringeal-àfaring dipendekkan-àgerakan peristaltik otot faringeal mendorong bolus masuk esofagus
       Bolus dalam esofagus-àproses peristaltis esofagus-àrelaksasi dan kontraksi cincin otot dinding esofagus
       Kecepatan gerak makanan  35-40 cm/detik, bahan cair bergerak 5x lebih cepat
GERAKAN lambung
       Non Ruminansia
       Bolus (bolus dalam bentuk berlapis-lapis)—gelombang kontraksi peristaltik--- cardia---antrum pilorik---spincter pilorik--- duodenum
       Faktor yang mempengaruhi pengosongan lambung : volume makanan; fluiditas campuran; reseptivitas duodenum (banyak sedikitnya chyme)
       Air dapat melintas dalam perut meskipun perut itu penuh, tanpa harus melarutkan isi perut itu
       Osilasi ritmik---potensial membran sel-sel otot halus saat perut kosong---kontraksi peristaltik—gelombang kecil—kontraksi lapar
       Ruminansia
       Ruminasi à proses yang memungkinkan seekor hewan merumput, mengunyah yang meliputi proses regurgitasi (makanan kembali dalam mulut), remastikasi (pengunyahan kembali), reinsalivasi (pencampuran dengan saliva) dan kemudian ditelan lagi
Regurgitasi
Diawali dengan kontraksi retikulum, menggerakkan ingesta (bolus) yang berat ke ujung kardia, menyebabkan sfingter antara esofagus & lambung depan relaks---glottis menutup setelah inspirasi---tekanan negatif
menyebabkan dinding tipis esofagus &
kardia berdilatasi
Tekanan diesofagus lebih rendah daripada rumen bersamaan dengan terjadinya antiperistaltik berakibat material (ingesta semifluid) melewati kardia masuk ke esofagus hingga ke mulut
 Sapi:
􀂃 Rata-rata 8 jam perhari ruminasi.
􀂃 Satu siklus ruminasi butuh waktu 1 menit,
3-4 detik untuk regurgitation & redeglutisi.
       Retikulum---menangkap logam dan benda keras; tidak ada kelenjar
       Rumen– muscular; fermentasi; penyimpanan dan pencampuran
       Omasum--- mengurangi ukuran partikel; mengabsorpsi air; tidak ada kelenjar
       Abomasum--- perut sejati; enzim dan kelenjar
Eruktasi
       CO2 dan methan
       Diproduksi oleh mikroba dalam rumen
       Kontraksi rumen dan pembentukan gas
       Terjadi bloat jika gas tidak keluar
Usus halus
       Pergerakan refleks-à Chyme---rangsangan usus---gerakan usus--mendorong ingesta melaju kedalam saluran pencernaan dan mencampurnya dengan cairan pencernaan, membuat kontak dengan dinding usus dan vili agar terjadi penyerapan
       Segmentasi ritmikàsuatu jenis gerakan intestinal yang tidak menggeserkan ingesta menyusuri saluran pencernaan, tetapi hanyalah mencampurkannya saja
       Kontraksi intermitten-àingesta bentuk bola-bola
       Peristaltik-à gerakan mendorong ingesta disepanjang usus menuju anus
Vomitus/emesis atau muntah
Respon proteksi bertujuan membuang ingesta yang merusak dari lambung dan usus halus (small intestine) .
􀂾Merupakan reflek sangat terkoordinasi, dikontrol melalui pusat reflek muntah di brainstem.
􀂾Emetics: obat yang merangsang pusat muntah, menyebabkan muntah.
􀂾Proses muntah dimulai relaksasi sfingter antara lambung dan usus halus, diikuti antiperistaltik yang mendorong isi usus ke lambung.
Digesti fermentasi- proses fermentasi
       Substrat molekuler dipecah oleh aksi bakteri dan mikroorganisme lain
       Terjadi di forestomach (non-glandular); sekum dan colon
       Faktor pengaruh pH, kelembaban, kekuatan ionik, kondisi oksidasi-reduksi yang dapat mempertahankan mikroba
       Mamalia tidak mampu mencerna langsung komplek karbohidrat yang menyusun sel tanaman (cellulosa & hemicellulose) oleh karena mamalia tidak menghasilkan enzim cellulase.
       Lambung depan ruminansia menyediakan lingkungan yang serasi bagi pertumbuhan bakteri, protozoa & mikroba lainnya yang mampu menghasilkan cellulase.
Tipe mikroba :
       Starch fermenter---amylotic mikroba
       Selulose fermenter---selulotic mikroba
       Sesuai jenis makanan
kategori mikroba:
       Bakteri
       Protozoa
       jamur
volatile fatty acid
Acetic acid
       Sebagian besar dari selulose
       Penting untuk lemak susu pada sapi perah
Propionic acid
       Sumber biasanya dari starch
Butyric acid
       Derivate asam asetat
       VFA dihasilkan melalui fermentasi karbohidrat(yang dikonsumsi oleh ruminansia)
       VFA juga dihasilkan dari pengolahan karbohidrat yang diproduksi oleh aktivitas selulase mikroba
       VFA juga digunakan untuk sintesis lemak susu pada hewan yang sedang menyusui
       Methane dan CO2 dihasilkan oleh pencernaan fermentatif dan terakumulasi ---lapisan gas  diatas ingesta rumen dan retikulum
Produk akhir digesti fermentasi
       VFAs---sumber energi utama
       CO2
       NH3 (ammonia)
       CH4 (methan)
       mikroba
reticular/esophageal groove
       Pada ruminansia muda
       Air susu terhindar masuk rumen dan retikulum----langsung masuk omasum dan abomasum
       Air susu dari ember menyebabkan air susu langsung ke rumen sehingga pencernaan tidak sempurna
Gastric juice
       Gastric juice/gastric pit : sekresi substansi kombinasi kedalam lambung oleh kelenjar lambung  dan sel epithel pada mukosa lambung
       Terdiri dari : air, HCl, mukus, factor intrinsic, pepsinogen dan rennin
       Regulasi sekresi : face cephalic; gastric dan intestinal
Fase cephalic
       Respon terhadap: melihat; bau/mencium dan atau rasa makanan
       Berhubungan dengan rangsangan nervus vagus (saraf parasimpatis meningkat) ke lambung
Fase gastric
       Respon terhadap masuknya makanan ke lambung
       Protein di lambung memicu sekresi hormon gastrin dan histamine-àmemicu sel parietal lambung-àmenghasilkan HCl (asetilkolin = neurotransmitter parasimpatis juga mampu merangsang sel parietal mensekresi HCl)
       Lebih efisien jika ada ketiganya (asetilkolin+gastrin+histamine)---sekresi HCL
       Reseptor histamine pada sel parietal (H2) berbeda dengan reseptor yang berhubungan dengan reaksi alergi (H1)
       Antagonis H2-àmenurunkan sekresi HCl
       Antihistamine untuk alergi tidak berikatan dengan reseptor H2à tidak mengganggu pencernaan
Fase intestinal
       Kebsekresi hormon kolesistokinin, gastrin inhibitory peptide dan sekretin dari epithel duodenal-à menghambat sekresi HCl (menghambat fungsi lambung)eradaan makanan diduodenum memicu
       Mamaliaàgastric juice mencapai pH 2 atau kurang
       Berperan proteksi menekan pertumbuhan mikroba yang masuk bersama makanan
       Rendahnya pH akan menghambat sekresi HCl -àmenghindari pH terlalu asam
       Pepsinogen akan teraktivasi oleh rendahnya pHàterbentuk pepsinàpepsin akan mengaktifkan lebih banyak pepsinogen
       Chief atau peptic cell àmensekresi pepsinogen (mengawali pencernaan protein dalam lambung)
       Pencernaan protein sempurna terjadi dalam usus halus (dibantu enzim digesti lainnya)
       Peran mucusàmencegah kerusakan lapisan sel epithel lambung dari asam lambung
       Sekresi mucus dirangsang oleh prostaglandin (diproduksi lokal di dinding lambung)
       Obat anti radang non steroid—aspirin dan penilbutazonàmenghambat sintesis prostaglandin
       Renin
       Enzim didalam gastric juice yang terdapat didalam abomasum ruminansia muda
       Fungsinya mengkoagulasikan air susu sehingga perjalanan air susu disepanjang saluran gastrointestinal berkurang/lambat
       Intrinsic factor
       Suatu carrier protein untuk vitamin B12 àmengikat vitamin B12àmenuju ke ileumàterjadi absorpsi vitamin B12

1 komentar: