Welcome To Veterinary's World

Selasa, 18 Oktober 2011

Fisiologi Hewan (Sesi 6- Sistem Sirkulasi & Sistem Digesti)

SISTEM SIRKULASI
18 OKTOBER 2011

JANTUNG
  • Sistem sirkulasi sangat ditentukan oleh kerja jantung yang berfungsi sebagai pompa darah, menerima darah-àmemompa dari ventrikel ke seluruh jaringan tubuh-à kembali ke jantung lewat atrium kanan
  • Otot jantung berkontraksi ritmik sejak hewan masih embrio
  • Auskultasi à terdengar suara “lub” sebagai suara pertama dan “dub” sebagai suara kedua yang terpisah oleh suatu jeda waktu yang pendek dan diikuti dengan masa istirahat yang lebih panjang
  • Suara pertama àsistole
  • Suara kedua -à diastole
  • Pengaturan ritmik jantung ini melalui sistem konduktorium yang terdiri dari nodus sinoaurikularis (NSA), nodus atrioventrikularis, berkas his dan serabut purkinje, tanpa dipengaruhi syaraf dari luar tetapi frekuensi denyut dan kekuatan kontraksi diatur oleh impuls yang datang dari syaraf otonom
  • Frekuensi denyut jantung dari berbagai hewan berbeda-beda, biasanya pada hewan kecil frekuensinya lebih cepat dibanding hewan besar
  • Frekuensi denyut jantung (pulsus) beberapa hewan normal sbb :
  • Gajah : 20x/menit kuda : 32-44x/menit
  • Sapi : 60-70x/menit babi : 60-80x/menit
  • Anjing : 70-120x/menit; kambing : 70-80x
  • Domba : 70-80x/menit; kucing : 110-130x
  • Ayam : 200-400x/menit; tikus : 500-1000x

TEKANAN DARAH
  • Tekanan darah adalah tekanan yang diderita oleh jantung karena adanya dorongan dari jantung yang ditimbulkan oleh adanya proses diastole dan sistole jantung
  • Tekanan tertinggi pada ventrikel sinister, dan makin ke perifer makin berkurang
  • Kegunaan tekanan darah antara lain untuk mengalirkan darah ke organ-organ dengan melalui pembuluh-pembuluh darah arteri, arteriola, kapiler
  • Dengan mengetahui tinggi rendahnya tekanan darah maka kinerja jantung dapat diketahui

SISTEM DIGESTI
18 OKTOBER 2011

1. DIGESTI DALAM MULUT
  • Adanya alat-alat prehensi yakni bibir, lidah dan gigi memungkinkan hewan mengambil makanan dan memasukkannya kedalam mulut
  • Bagaimana cara beberapa hewan mengambil makanan dan minumannya????????
  • Mastikasi-insalivasi-deglutisi-peristaltik esofagus
2. DIGESTI DALAM LAMBUNG
  • Lambung tunggal
  • Lambung berfungsi sebagai tempat penimbunan makanan
  • Gerakannya lambat sehingga memberi kesempatan intestinum bekerja secara normal
  • Kapasitas lambung erat hubungannya dengan frekuensi prehensi seekor hewan
  • Mengapa frekuensi merumput kuda lebih tinggi daripada sapi????
  • Lambung majemuk
  • Rumen, retikulum, omasum dan abomasum
  • Intestinum
  • Absorpsi sempurna zat makanan

TUJUAN PRAKTIKUM
  • Mengetahui tekanan darah
  • Mengetahui waktu beku darah
  • Mengetahui waktu pendarahan
  • Mengetahui cara pembuatan preparat apus darah
  • Mengetahui pewarnaan giemsa
  • Mempelajari proses pencernaan makanan dalam tubuh hewan
  • Mengetahui fungsi organ-organ pencernaan yang bekerja secara terintegrasi

CARA KERJA
1. MENGUKUR TEKANAN DARAH
  • Pasang manset didaerah lengan atas, sebelumnya sekrup dibuka dan udaranya dikeluarkan dari dalamnya
  • Stetoskop dipasang didaerah fossa cubitalis, dengarkan denyutan arterinya yang sinkron dengan denyut jantung. Setelah suara didengar, tutuplah sekrup pada manometer, pompakan udara ke manset sampai manometer kira-kira menunjukkan 140 mmHg
  • Buka sekrup, keluarkan udara secara perlahan-lahan sampai terdengar suara yang pertama kali. Suara ini yang kita sebut sistole. Kemudian dicatat
  • Denyut arteri didengar terus. Apabila suara tiba-tiba berhenti segera lihat manometer, kemudian dicatat lagi sebagai tekanan diastole
  • Tekanan sistole dan diastole masing-masing dikerjakan sebanyak 5 kali, kemudian ambil nilai rata-ratanya
2. WAKTU BEKU DARAH
  • Sterilkan ujung jari dengan alkohol, tusuk dengan jarum, bersama itu tekanlah stopwatch
  • Tiap 30 detik tempelkan tissue pada luka tempat bintik darah
  • Hentikan penempelan ketika menghasilkan bintik darah yang paling kecil
  • Catat waktu yang dibutuhkan
3. WAKTU PENDARAHAN
  • Sterilkan ujung jari dengan alkohol, tusuk dengan jarum, bersama itu tekanlah stopwatch
  • Ambil 2-3 tetes darah dan letakkan pada gelas obyek
  • Tiap 30 detik ditusuk-tusuk dengan jarum pentul dan angkat
  • Hentikan tusukan jika sudah terbentuk benang fibrin
  • Catat waktunya
4. PEMBUATAN PREPARAT APUS DARAH
  • Siapkan obyek glass yang bersih
  • Teteskan 2-3 tetes darah disalah satu ujung sisi obyek glass
  • Dengan obyek glass yang lain, apuskan tipis tetesan darah tersebut
  • Keringkan
  • Preparat apus darah siap diwarnai
5. PEWARNAAN GIEMSA
  • Siapkan preparat apus darah yang telah kering
  • Fiksasi dengan methanol/alkohol absolut selama 5 menit
  • Tetesi cat giemsa selama 30 menit
  • Cuci preparat dibawah kran
  • Keringkan
  • Preparat siap diamati dibawah mikroskop
6. PEMBEDAHAN MARMUT
A. PEMBEDAHAN DAERAH ABDOMEN
  • Marmut yang akan dibedah dianastesi/eutanasi terlebih dahulu
  • Letakkan marmut posisi rebah dorsal
  • Buat irisan pada kulit sepanjang linea alba dari daerah dekat pangkal ekor sampai sekitar prosesus xipoideus
  • Lakukan incisi pada daerah muskulus, lakukan dengan hati-hati jangan sampai organ dalam terkena
  • Dari pangkal prosesus xipoideus dibuka ke daerah kiri dan kanan, begitu juga pada pangkal ekor
  • Setelah semua organ didaerah rongga abdomen terbuka maka amatilah dengan seksama organ yang ada dan gambarkan
B. PEMBUKAAN CAVUM ORIS
  • Guntinglah tepi bibir ke belakang sehingga rongga mulut dapat terlihat dengan jelas
  • Amati bagaimana bantuk gigi yang ada dan tuliskan rumus giginya
C. PEMBUKAAN DAERAH MANDIBULA
  • Dilakukan untuk melihat dimana letak limfoglandulae
  • Bukalah kulit pada rahang bawah dengan cara meneruskan sayatan dari daerah prosesus xipoideus
  • Kulit dikelupas (musculus tidak ikut dibuka) untuk memperluas daerah pandangan
  • Setelah itu carilah limfoglandulae yang ada didaerah sekitar mandibula

Tidak ada komentar:

Posting Komentar