THERMOREGULASI
11 OKTOBER 2011
TUJUAN PRAKTIKUM
- Untuk mengetahui jalan keluarnya panas
- Untuk mengetahui pengaturan panas pada hewan poikiloterm dan homoioterm
DASAR TEORI
- Berdasarkan hubungan antara suhu tubuh dan lingkungan, maka hewan dibagi menjadi 2 golongan yaitu hewan POIKILOTERM (hewan berdarah dingin) dan hewan HOMOIOTERM (hewan berdarah panas).
- Hewan poikiloterm -à suhu organ tubuh yang terletak disebelah dalam (otak, jantung,hati, usus) berbeda dengan suhu organ tubuh sebelah luar akibat pengaruh suhu sekitarnya
- Contoh : hewan invertebtara dan vertebrata rendah
- Hewan homoiterm-à suhu organ tubuh sebelah dalam sangat kecil perbedaannya dengan suhu organ tubuh disebelah luar
- Contoh : aves dan mamalia
THERMOREGULASI AVES DAN MAMALIA
- Metabolisme-àpanas
- Panas yang terbentuk dibawa oleh darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh menjadi panas dan dikenal sebagai SUHU TUBUH
- Suhu tubuh normal adalah panas tubuh yang terdapat dalam ZONA THERMONEUTRAL
- Pengukuran suhu tubuh-à axilla, mulut, rektum
- Suhu tubuh normal beberapa hewan sebagai berikut (derajat Celcius):
- Gajah : 35.7-36.7
- Sapi potong : 36.7-39.1
- Sapi perah : 38.0-39.3
- Domba : 38.3-39.9
- Kambing : 38.7-40.7
- Babi : 38.7-39.8
- Suhu tubuh tidak konstan karena metabolisme tubuh tidak tetap
- Suhu tubuh akan mendekati kisaran normal tertinggi pada saat sehabis makan, latihan/olahraga, selama estrus dan akhir kebuntingan (fetus aktif)
- Suhu tubuh mendekati kisaran normal terendah pada saat sedang tidur, istirahat, lapar, minum air dingin cukup banyak, pencukuran bulu pada domba dan bila udara sekitar lebih dingin dari tubuh
- Suhu tubuh terendah pada waktu menjelang pagi hari (pada hewan nocturnal kebalikannya)
PENGATURAN SUHU TUBUH
- Suhu tubuh diatur oleh :
- 1. Thermoreseptor dan syaraf afferent
- 2. Hypothalamus
- 3. Syaraf efferent dan efektor thermoregulasi
- Sistem ini fungsi utamanya sebagai thermostat– sebagai pengatur mengembalikan suhu tubuh kembali ke dalam zona thermoneutral
- Hypothalamus sebagai pusat kontrol thermoregulasi
- Mekanisme :
- Apabila darah arterial menjadi panas akibat naiknya proses metabolisme pada satu organ atau beberapa organ tubuh dan suhu sekitar lebih tinggi dari suhu normal tubuh,maka hypothalamus anterior akan terangsang--àimpuls ke organ, akibatnya akan terjadi penurunan/penyesuaian/penghentian metabolisme dalam organà impuls ke bagian tubuh perifer, akibatnya terjadi vasodilatasi subcutaneus dan pernafasan yang dangkal dan cepat (panting), atau terjadi sekresi keringat yang banyak (sweating)-àsuhu tubuh normal (zona thermoneutral)
- Apabila darah arterial menjadi lebih dingin akibat dari terhentinya atau turunnya metabolisme organ tubuh dan suhu sekitar lebih rendah dari suhu tubuh-àhypothalamus bagian posterior akan terangsangà impuls ke hypophysis-àpelepasan STH, TSH, ACTH-àproses metabolisme hati naik --àimpuls ke medulla adrenalis dan otot-otot eferen(syaraf simpatis)-àmetabolisme otot dan pelepasan lemak dari jaringan lemak kedalam aliran darah naik (menggigil)-à impuls ke daerah kulit -àvasokonstriktor didaerah perifer-àrambut/bulu berdiri dan berkerunyutnya kulit-àsuhu tubuh naik sampai zona thermoneutral
USAHA TUBUH BERTAHAN TERHADAP KEDINGINAN (COLD STRESS)
- Menghambat panas yang keluar -àmenyempitkan pembuluh darah kulit dan menjebak untuk memanasi udara sekeliling,udara dapat dijebak dengan berdirinya rambut/bulu
- Menaikkan produksi panas-àmenaikkan glikolisis, lipolisis dan aktivitas otot (menggigil)
- Secara naluriah-àberdesak-desakan, mencari tempat hangat,merubah posisi tidur,dsb
USAHA TUBUH BERTAHAN TERHADAP KEPANASAN (HEAT STRESS)
- Menaikkan evaporasi--àlewat kulit, lewat traktus respiratorius bagian atas
- Merendahkan produksi panas-àturunnya nafsu makan, tertekannya aktivitas kelenjar thyroid. Pada sapi perahàproduksi susu turun
- Menaikkan derajat pemantulan bulu (refleksi bulu)terhadap radiasi sinar matahari-àbulu/rambut mengkilat/warna terang/muda
- Mengurangi isolator tubuh-àmengurangi lemak subcutan, menjarangkan bulu (moulting)
- Cara naluriah-àmencari tempat teduh, berendam dalam air/lumpur, tidur ditanah atau lantai dingin
METODE PENGELUARAN PANAS TUBUH
- RADIASIà panas dikeluarkan dengan cara pemancaran
- KONDUKSI-à penghantaran panas akibat bersinggungan dengan benda yang lebih rendah suhunya
- KONVEKSIà penghantaran panas karena bersinggungan dengan aliran udara
- EVAPORASIà pembebasan panas dengan cara penguapan lewat kulit dan saluran pernafasan, serta lewat feses dan urine
Cara Kerja :
1. Pengukuran Oral
- Turunkan Hg thermometer sampai 0° C, setelah ujung thermometer dibersihkan dengan alcohol, masukkan kedalam rongga mulut dan letakkan dibawah lidah. Mulut ditutup rapat. Biarkan thermometer didalam rongga mulut selama 10 menit, kemudian dibaca skala yang ada
- dengan percobaan yang sama, tetapi probandus bernapas dengan tenang dan teratur melalui mulut, kemudian dibaca setiap 4 menit
- Probandus berkumur terlebih dahulu dengan air es selama 1 menit, dengan cara yang sama seperti diatas, dibaca 2 kali setiap 5 menit
2. Pengukuran Axiler
- Turunkan Hg thermometer sampai 0° C
- Ujung thermometer disisipkan pada fossa axilaris, kemudian pangkal lengan dihimpitkan pada tubuh
- Biarkan selama 10 menit
- Ambil thermometer dan dibaca
- Lakukan percobaan pada 2 probandus lain
- Cantumkan dalam blanko laporan : nama, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan probandus serta jam dan temperature kamar saat melakukan percobaan
3. Thermoregulasi
a. menggunakan katak
- telentangkan seekor katak dan ikat pada suatu papan
- ukur suhu tubuhnya dengan memasukkan thermometer kedalam esopagusnya selama 5 menit
- masukkan katak kedalam air es selama 5 menit, thermometer tetap dipasang. Lihat dan bacalah skala termometernya
- angkat katak tersebut, kemudian masukkan ke dalam air panas suhu 40°C selama 5 menit, baca lagi suhunya
b. menggunakan bekerglass
- ambil dua buah bekerglass yang sama bentuk dan volumenya
- isi dengan air panas 70°C sama banyaknya
- tuangkan pada salah satu bekerglass itu minyak kelapa sedemikian rupa sehingga seluruh permukaan airnya tertutup, sementara itu pasanglah pada kedua bekerglass itu masing-masing sebuah thermometer
- bacalah suhunya pada permulaan pemasangan, lakukan sebanyak enam kali berturut-turut dengan interval waktu selama lima menit
- buatlah kurva perubahan suhu dari kedua tabung tersebut dengan ordinat temperature dan absis waktu
c. menggunakan kendi/gerabah
- percobaan dilakukan seperti dengan b
- gunakan dua buah kendi yang satu dicat, sedangkan yang lain tidak
- isi masing-masing kendi dengan air panas 70°C, kemudian buatlah kurvanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar