Welcome To Veterinary's World

Selasa, 18 Oktober 2011

Fisiologi Hewan (Sesi 5- Thermoregulasi)

THERMOREGULASI
11 OKTOBER 2011

TUJUAN PRAKTIKUM
  • Untuk mengetahui jalan keluarnya panas
  • Untuk mengetahui pengaturan panas pada hewan poikiloterm dan homoioterm

DASAR TEORI
  • Berdasarkan hubungan antara suhu tubuh dan lingkungan, maka hewan dibagi menjadi 2 golongan yaitu hewan POIKILOTERM (hewan berdarah dingin) dan hewan HOMOIOTERM (hewan berdarah panas).
  • Hewan poikiloterm -à suhu organ tubuh yang terletak disebelah dalam (otak, jantung,hati, usus) berbeda dengan suhu organ tubuh sebelah luar akibat pengaruh suhu sekitarnya
  • Contoh : hewan invertebtara dan vertebrata rendah
  • Hewan homoiterm-à suhu organ tubuh sebelah dalam sangat kecil perbedaannya dengan suhu organ tubuh disebelah luar
  • Contoh : aves dan mamalia

THERMOREGULASI AVES DAN MAMALIA
  • Metabolisme-àpanas
  • Panas yang terbentuk dibawa oleh darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh menjadi panas dan dikenal sebagai SUHU TUBUH
  • Suhu tubuh normal adalah panas tubuh yang terdapat dalam ZONA THERMONEUTRAL
  • Pengukuran suhu tubuh-à axilla, mulut, rektum
  • Suhu tubuh normal beberapa hewan sebagai berikut (derajat Celcius):
  • Gajah : 35.7-36.7
  • Sapi potong : 36.7-39.1
  • Sapi perah : 38.0-39.3
  • Domba : 38.3-39.9
  • Kambing : 38.7-40.7
  • Babi : 38.7-39.8
  • Suhu tubuh tidak konstan karena metabolisme tubuh tidak tetap
  • Suhu tubuh akan mendekati kisaran normal tertinggi pada saat sehabis makan, latihan/olahraga, selama estrus dan akhir kebuntingan (fetus aktif)
  • Suhu tubuh mendekati kisaran normal terendah pada saat sedang tidur, istirahat, lapar, minum air dingin cukup banyak, pencukuran bulu pada domba dan bila udara sekitar lebih dingin dari tubuh
  • Suhu tubuh terendah pada waktu menjelang pagi hari (pada hewan nocturnal kebalikannya)

PENGATURAN SUHU TUBUH
  • Suhu tubuh diatur oleh :
  • 1. Thermoreseptor dan syaraf afferent
  • 2. Hypothalamus
  • 3. Syaraf efferent dan efektor thermoregulasi
  • Sistem ini fungsi utamanya sebagai thermostat– sebagai pengatur mengembalikan suhu tubuh kembali ke dalam zona thermoneutral
  • Hypothalamus sebagai pusat kontrol thermoregulasi
  • Mekanisme :
  • Apabila darah arterial menjadi panas akibat naiknya proses metabolisme pada satu organ atau beberapa organ tubuh dan suhu sekitar lebih tinggi dari suhu normal tubuh,maka hypothalamus anterior akan terangsang--àimpuls ke organ, akibatnya akan terjadi penurunan/penyesuaian/penghentian metabolisme dalam organà impuls ke bagian tubuh perifer, akibatnya terjadi vasodilatasi subcutaneus dan pernafasan yang dangkal dan cepat (panting), atau terjadi sekresi keringat yang banyak (sweating)-àsuhu tubuh normal (zona thermoneutral)
  • Apabila darah arterial menjadi lebih dingin akibat dari terhentinya atau turunnya metabolisme organ tubuh dan suhu sekitar lebih rendah dari suhu tubuh-àhypothalamus bagian posterior akan terangsangà impuls ke hypophysis-àpelepasan STH, TSH, ACTH-àproses metabolisme hati naik --àimpuls ke medulla adrenalis dan otot-otot eferen(syaraf simpatis)-àmetabolisme otot dan pelepasan lemak dari jaringan lemak kedalam aliran darah naik (menggigil)-à impuls ke daerah kulit -àvasokonstriktor didaerah perifer-àrambut/bulu berdiri dan berkerunyutnya kulit-àsuhu tubuh naik sampai zona thermoneutral

USAHA TUBUH BERTAHAN TERHADAP KEDINGINAN (COLD STRESS)
  • Menghambat panas yang keluar -àmenyempitkan pembuluh darah kulit dan menjebak untuk memanasi udara sekeliling,udara dapat dijebak dengan berdirinya rambut/bulu
  • Menaikkan produksi panas-àmenaikkan glikolisis, lipolisis dan aktivitas otot (menggigil)
  • Secara naluriah-àberdesak-desakan, mencari tempat hangat,merubah posisi tidur,dsb

USAHA TUBUH BERTAHAN TERHADAP KEPANASAN (HEAT STRESS)
  • Menaikkan evaporasi--àlewat kulit, lewat traktus respiratorius bagian atas
  • Merendahkan produksi panas-àturunnya nafsu makan, tertekannya aktivitas kelenjar thyroid. Pada sapi perahàproduksi susu turun
  • Menaikkan derajat pemantulan bulu (refleksi bulu)terhadap radiasi sinar matahari-àbulu/rambut mengkilat/warna terang/muda
  • Mengurangi isolator tubuh-àmengurangi lemak subcutan, menjarangkan bulu (moulting)
  • Cara naluriah-àmencari tempat teduh, berendam dalam air/lumpur, tidur ditanah atau lantai dingin

METODE PENGELUARAN PANAS TUBUH
  • RADIASIà panas dikeluarkan dengan cara pemancaran
  • KONDUKSI-à penghantaran panas akibat bersinggungan dengan benda yang lebih rendah suhunya
  • KONVEKSIà penghantaran panas karena bersinggungan dengan aliran udara
  • EVAPORASIà pembebasan panas dengan cara penguapan lewat kulit dan saluran pernafasan, serta lewat feses dan urine

Cara Kerja :
1. Pengukuran Oral
  • Turunkan Hg thermometer sampai 0° C, setelah ujung thermometer dibersihkan dengan alcohol, masukkan kedalam rongga mulut dan letakkan dibawah lidah. Mulut ditutup rapat. Biarkan thermometer didalam rongga mulut selama 10 menit, kemudian dibaca skala yang ada
  • dengan percobaan yang sama, tetapi probandus bernapas dengan tenang dan teratur melalui mulut, kemudian dibaca setiap 4 menit
  • Probandus berkumur terlebih dahulu dengan air es selama 1 menit, dengan cara yang sama seperti diatas, dibaca 2 kali setiap 5 menit
2. Pengukuran Axiler
  • Turunkan Hg thermometer sampai 0° C
  • Ujung thermometer disisipkan pada fossa axilaris, kemudian pangkal lengan dihimpitkan pada tubuh
  • Biarkan selama 10 menit
  • Ambil thermometer dan dibaca
  • Lakukan percobaan pada 2 probandus lain
  • Cantumkan dalam blanko laporan : nama, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan probandus serta jam dan temperature kamar saat melakukan percobaan
3. Thermoregulasi
a. menggunakan katak
    • telentangkan seekor katak dan ikat pada suatu papan
    • ukur suhu tubuhnya dengan memasukkan thermometer kedalam esopagusnya selama 5 menit
    • masukkan katak kedalam air es selama 5 menit, thermometer tetap dipasang. Lihat dan bacalah skala termometernya
    • angkat katak tersebut, kemudian masukkan ke dalam air panas suhu 40°C selama 5 menit, baca lagi suhunya
b. menggunakan bekerglass
    • ambil dua buah bekerglass yang sama bentuk dan volumenya
    • isi dengan air panas 70°C sama banyaknya
    • tuangkan pada salah satu bekerglass itu minyak kelapa sedemikian rupa sehingga seluruh permukaan airnya tertutup, sementara itu pasanglah pada kedua bekerglass itu masing-masing sebuah thermometer
    • bacalah suhunya pada permulaan pemasangan, lakukan sebanyak enam kali berturut-turut dengan interval waktu selama lima menit
    • buatlah kurva perubahan suhu dari kedua tabung tersebut dengan ordinat temperature dan absis waktu
c. menggunakan kendi/gerabah
    • percobaan dilakukan seperti dengan b
    • gunakan dua buah kendi yang satu dicat, sedangkan yang lain tidak
    • isi masing-masing kendi dengan air panas 70°C, kemudian buatlah kurvanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar