Welcome To Veterinary's World

Rabu, 26 Oktober 2011

KUMPULAN SOAL PARASITOLOGI

 Jawablah 10 soal dari pilihan soal-soal berikut ini. Jawaban dapat dikirim melalui email atau dengan menuliskan di kolom komentar dibawah posting ini dengan menyebutkan nama dan NIM

1. Jelaskan perbedaan antara simbiosis epibiosa dengan simbiosis foresi, dan sertai dengan contoh-contohnya
2. Jelaskan disertai dengan contoh simbiosis inquilinisme
3. Jelaskan cirri-ciri simbiosis parasitisme
4. Jelaskan tentang hiperparasitisme dan sertai dengan contoh-contohnya
5. Jelaskan bilamana simbiosis inquilinisme berkembang menjadi simbiosis parasitisme
6. Sebut dan jelaskan pembagian parasit berdasarkan sifatnya dan berikan contoh-contohnya
7. Jelaskan perbedaan antara parasit heteroksenosa dan parasit poliksenosa dan sertai dengan contoh
8. Jelaskan dengan disertai contoh tentang hospes paratenik
9. Jelaskan perbedaan antara vector biologis dan vector mekanis
10. Sebut dan jelaskan cara-cara parasit merugikan hospesnya, dan sertai dengan contoh-contohnya
11. Jelaskan bagaimana parasit dapat membantu infeksi agen pathogen yang lain
12. Sebutkan 3 contoh parasit yang menghisap darah hospesnya
13. Jelaskan tentang siklus hidup Toxoplasma gondii
14. Jelaskan tentang siklus hidup cacing Ancylostoma caninum
15. Jelaskan tentang siklus hidup cacing Fasciola hepatica
16. Jelaskan tentang dermatitis schistosoma dan penyebabnya
17. Jelaskan tentang siklus hidup Taenia solium
18. Jelaskan tentang siklus hidup Eimeria tenella
19. Jelaskan tentang siklus hidup Trypanosoma evansi
20. Sebut dan jelaskan 4 tipe esophagus cacing nematode
21. Jelaskan tentang siklus hidup cacing Syngamus tracheae
22. Sebut dan jelaskan tentang 4 bentuk trypanosome dalam siklus hidupnya
23. Sebutkan cara-cara penularan Toxoplasmosis
24. Jelaskan tentang siklus hidup Babesia bigemina
25. Sebutkan perbedaan cacing Moniezia benedini dan Moniezia expansa

 

Selasa, 18 Oktober 2011

Fisiologi Hewan (Sesi 6- Sistem Sirkulasi & Sistem Digesti)

SISTEM SIRKULASI
18 OKTOBER 2011

JANTUNG
  • Sistem sirkulasi sangat ditentukan oleh kerja jantung yang berfungsi sebagai pompa darah, menerima darah-àmemompa dari ventrikel ke seluruh jaringan tubuh-à kembali ke jantung lewat atrium kanan
  • Otot jantung berkontraksi ritmik sejak hewan masih embrio
  • Auskultasi à terdengar suara “lub” sebagai suara pertama dan “dub” sebagai suara kedua yang terpisah oleh suatu jeda waktu yang pendek dan diikuti dengan masa istirahat yang lebih panjang
  • Suara pertama àsistole
  • Suara kedua -à diastole
  • Pengaturan ritmik jantung ini melalui sistem konduktorium yang terdiri dari nodus sinoaurikularis (NSA), nodus atrioventrikularis, berkas his dan serabut purkinje, tanpa dipengaruhi syaraf dari luar tetapi frekuensi denyut dan kekuatan kontraksi diatur oleh impuls yang datang dari syaraf otonom
  • Frekuensi denyut jantung dari berbagai hewan berbeda-beda, biasanya pada hewan kecil frekuensinya lebih cepat dibanding hewan besar
  • Frekuensi denyut jantung (pulsus) beberapa hewan normal sbb :
  • Gajah : 20x/menit kuda : 32-44x/menit
  • Sapi : 60-70x/menit babi : 60-80x/menit
  • Anjing : 70-120x/menit; kambing : 70-80x
  • Domba : 70-80x/menit; kucing : 110-130x
  • Ayam : 200-400x/menit; tikus : 500-1000x

TEKANAN DARAH
  • Tekanan darah adalah tekanan yang diderita oleh jantung karena adanya dorongan dari jantung yang ditimbulkan oleh adanya proses diastole dan sistole jantung
  • Tekanan tertinggi pada ventrikel sinister, dan makin ke perifer makin berkurang
  • Kegunaan tekanan darah antara lain untuk mengalirkan darah ke organ-organ dengan melalui pembuluh-pembuluh darah arteri, arteriola, kapiler
  • Dengan mengetahui tinggi rendahnya tekanan darah maka kinerja jantung dapat diketahui

SISTEM DIGESTI
18 OKTOBER 2011

1. DIGESTI DALAM MULUT
  • Adanya alat-alat prehensi yakni bibir, lidah dan gigi memungkinkan hewan mengambil makanan dan memasukkannya kedalam mulut
  • Bagaimana cara beberapa hewan mengambil makanan dan minumannya????????
  • Mastikasi-insalivasi-deglutisi-peristaltik esofagus
2. DIGESTI DALAM LAMBUNG
  • Lambung tunggal
  • Lambung berfungsi sebagai tempat penimbunan makanan
  • Gerakannya lambat sehingga memberi kesempatan intestinum bekerja secara normal
  • Kapasitas lambung erat hubungannya dengan frekuensi prehensi seekor hewan
  • Mengapa frekuensi merumput kuda lebih tinggi daripada sapi????
  • Lambung majemuk
  • Rumen, retikulum, omasum dan abomasum
  • Intestinum
  • Absorpsi sempurna zat makanan

TUJUAN PRAKTIKUM
  • Mengetahui tekanan darah
  • Mengetahui waktu beku darah
  • Mengetahui waktu pendarahan
  • Mengetahui cara pembuatan preparat apus darah
  • Mengetahui pewarnaan giemsa
  • Mempelajari proses pencernaan makanan dalam tubuh hewan
  • Mengetahui fungsi organ-organ pencernaan yang bekerja secara terintegrasi

CARA KERJA
1. MENGUKUR TEKANAN DARAH
  • Pasang manset didaerah lengan atas, sebelumnya sekrup dibuka dan udaranya dikeluarkan dari dalamnya
  • Stetoskop dipasang didaerah fossa cubitalis, dengarkan denyutan arterinya yang sinkron dengan denyut jantung. Setelah suara didengar, tutuplah sekrup pada manometer, pompakan udara ke manset sampai manometer kira-kira menunjukkan 140 mmHg
  • Buka sekrup, keluarkan udara secara perlahan-lahan sampai terdengar suara yang pertama kali. Suara ini yang kita sebut sistole. Kemudian dicatat
  • Denyut arteri didengar terus. Apabila suara tiba-tiba berhenti segera lihat manometer, kemudian dicatat lagi sebagai tekanan diastole
  • Tekanan sistole dan diastole masing-masing dikerjakan sebanyak 5 kali, kemudian ambil nilai rata-ratanya
2. WAKTU BEKU DARAH
  • Sterilkan ujung jari dengan alkohol, tusuk dengan jarum, bersama itu tekanlah stopwatch
  • Tiap 30 detik tempelkan tissue pada luka tempat bintik darah
  • Hentikan penempelan ketika menghasilkan bintik darah yang paling kecil
  • Catat waktu yang dibutuhkan
3. WAKTU PENDARAHAN
  • Sterilkan ujung jari dengan alkohol, tusuk dengan jarum, bersama itu tekanlah stopwatch
  • Ambil 2-3 tetes darah dan letakkan pada gelas obyek
  • Tiap 30 detik ditusuk-tusuk dengan jarum pentul dan angkat
  • Hentikan tusukan jika sudah terbentuk benang fibrin
  • Catat waktunya
4. PEMBUATAN PREPARAT APUS DARAH
  • Siapkan obyek glass yang bersih
  • Teteskan 2-3 tetes darah disalah satu ujung sisi obyek glass
  • Dengan obyek glass yang lain, apuskan tipis tetesan darah tersebut
  • Keringkan
  • Preparat apus darah siap diwarnai
5. PEWARNAAN GIEMSA
  • Siapkan preparat apus darah yang telah kering
  • Fiksasi dengan methanol/alkohol absolut selama 5 menit
  • Tetesi cat giemsa selama 30 menit
  • Cuci preparat dibawah kran
  • Keringkan
  • Preparat siap diamati dibawah mikroskop
6. PEMBEDAHAN MARMUT
A. PEMBEDAHAN DAERAH ABDOMEN
  • Marmut yang akan dibedah dianastesi/eutanasi terlebih dahulu
  • Letakkan marmut posisi rebah dorsal
  • Buat irisan pada kulit sepanjang linea alba dari daerah dekat pangkal ekor sampai sekitar prosesus xipoideus
  • Lakukan incisi pada daerah muskulus, lakukan dengan hati-hati jangan sampai organ dalam terkena
  • Dari pangkal prosesus xipoideus dibuka ke daerah kiri dan kanan, begitu juga pada pangkal ekor
  • Setelah semua organ didaerah rongga abdomen terbuka maka amatilah dengan seksama organ yang ada dan gambarkan
B. PEMBUKAAN CAVUM ORIS
  • Guntinglah tepi bibir ke belakang sehingga rongga mulut dapat terlihat dengan jelas
  • Amati bagaimana bantuk gigi yang ada dan tuliskan rumus giginya
C. PEMBUKAAN DAERAH MANDIBULA
  • Dilakukan untuk melihat dimana letak limfoglandulae
  • Bukalah kulit pada rahang bawah dengan cara meneruskan sayatan dari daerah prosesus xipoideus
  • Kulit dikelupas (musculus tidak ikut dibuka) untuk memperluas daerah pandangan
  • Setelah itu carilah limfoglandulae yang ada didaerah sekitar mandibula

Fisiologi Hewan (Sesi 5- Thermoregulasi)

THERMOREGULASI
11 OKTOBER 2011

TUJUAN PRAKTIKUM
  • Untuk mengetahui jalan keluarnya panas
  • Untuk mengetahui pengaturan panas pada hewan poikiloterm dan homoioterm

DASAR TEORI
  • Berdasarkan hubungan antara suhu tubuh dan lingkungan, maka hewan dibagi menjadi 2 golongan yaitu hewan POIKILOTERM (hewan berdarah dingin) dan hewan HOMOIOTERM (hewan berdarah panas).
  • Hewan poikiloterm -à suhu organ tubuh yang terletak disebelah dalam (otak, jantung,hati, usus) berbeda dengan suhu organ tubuh sebelah luar akibat pengaruh suhu sekitarnya
  • Contoh : hewan invertebtara dan vertebrata rendah
  • Hewan homoiterm-à suhu organ tubuh sebelah dalam sangat kecil perbedaannya dengan suhu organ tubuh disebelah luar
  • Contoh : aves dan mamalia

THERMOREGULASI AVES DAN MAMALIA
  • Metabolisme-àpanas
  • Panas yang terbentuk dibawa oleh darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh menjadi panas dan dikenal sebagai SUHU TUBUH
  • Suhu tubuh normal adalah panas tubuh yang terdapat dalam ZONA THERMONEUTRAL
  • Pengukuran suhu tubuh-à axilla, mulut, rektum
  • Suhu tubuh normal beberapa hewan sebagai berikut (derajat Celcius):
  • Gajah : 35.7-36.7
  • Sapi potong : 36.7-39.1
  • Sapi perah : 38.0-39.3
  • Domba : 38.3-39.9
  • Kambing : 38.7-40.7
  • Babi : 38.7-39.8
  • Suhu tubuh tidak konstan karena metabolisme tubuh tidak tetap
  • Suhu tubuh akan mendekati kisaran normal tertinggi pada saat sehabis makan, latihan/olahraga, selama estrus dan akhir kebuntingan (fetus aktif)
  • Suhu tubuh mendekati kisaran normal terendah pada saat sedang tidur, istirahat, lapar, minum air dingin cukup banyak, pencukuran bulu pada domba dan bila udara sekitar lebih dingin dari tubuh
  • Suhu tubuh terendah pada waktu menjelang pagi hari (pada hewan nocturnal kebalikannya)

PENGATURAN SUHU TUBUH
  • Suhu tubuh diatur oleh :
  • 1. Thermoreseptor dan syaraf afferent
  • 2. Hypothalamus
  • 3. Syaraf efferent dan efektor thermoregulasi
  • Sistem ini fungsi utamanya sebagai thermostat– sebagai pengatur mengembalikan suhu tubuh kembali ke dalam zona thermoneutral
  • Hypothalamus sebagai pusat kontrol thermoregulasi
  • Mekanisme :
  • Apabila darah arterial menjadi panas akibat naiknya proses metabolisme pada satu organ atau beberapa organ tubuh dan suhu sekitar lebih tinggi dari suhu normal tubuh,maka hypothalamus anterior akan terangsang--àimpuls ke organ, akibatnya akan terjadi penurunan/penyesuaian/penghentian metabolisme dalam organà impuls ke bagian tubuh perifer, akibatnya terjadi vasodilatasi subcutaneus dan pernafasan yang dangkal dan cepat (panting), atau terjadi sekresi keringat yang banyak (sweating)-àsuhu tubuh normal (zona thermoneutral)
  • Apabila darah arterial menjadi lebih dingin akibat dari terhentinya atau turunnya metabolisme organ tubuh dan suhu sekitar lebih rendah dari suhu tubuh-àhypothalamus bagian posterior akan terangsangà impuls ke hypophysis-àpelepasan STH, TSH, ACTH-àproses metabolisme hati naik --àimpuls ke medulla adrenalis dan otot-otot eferen(syaraf simpatis)-àmetabolisme otot dan pelepasan lemak dari jaringan lemak kedalam aliran darah naik (menggigil)-à impuls ke daerah kulit -àvasokonstriktor didaerah perifer-àrambut/bulu berdiri dan berkerunyutnya kulit-àsuhu tubuh naik sampai zona thermoneutral

USAHA TUBUH BERTAHAN TERHADAP KEDINGINAN (COLD STRESS)
  • Menghambat panas yang keluar -àmenyempitkan pembuluh darah kulit dan menjebak untuk memanasi udara sekeliling,udara dapat dijebak dengan berdirinya rambut/bulu
  • Menaikkan produksi panas-àmenaikkan glikolisis, lipolisis dan aktivitas otot (menggigil)
  • Secara naluriah-àberdesak-desakan, mencari tempat hangat,merubah posisi tidur,dsb

USAHA TUBUH BERTAHAN TERHADAP KEPANASAN (HEAT STRESS)
  • Menaikkan evaporasi--àlewat kulit, lewat traktus respiratorius bagian atas
  • Merendahkan produksi panas-àturunnya nafsu makan, tertekannya aktivitas kelenjar thyroid. Pada sapi perahàproduksi susu turun
  • Menaikkan derajat pemantulan bulu (refleksi bulu)terhadap radiasi sinar matahari-àbulu/rambut mengkilat/warna terang/muda
  • Mengurangi isolator tubuh-àmengurangi lemak subcutan, menjarangkan bulu (moulting)
  • Cara naluriah-àmencari tempat teduh, berendam dalam air/lumpur, tidur ditanah atau lantai dingin

METODE PENGELUARAN PANAS TUBUH
  • RADIASIà panas dikeluarkan dengan cara pemancaran
  • KONDUKSI-à penghantaran panas akibat bersinggungan dengan benda yang lebih rendah suhunya
  • KONVEKSIà penghantaran panas karena bersinggungan dengan aliran udara
  • EVAPORASIà pembebasan panas dengan cara penguapan lewat kulit dan saluran pernafasan, serta lewat feses dan urine

Cara Kerja :
1. Pengukuran Oral
  • Turunkan Hg thermometer sampai 0° C, setelah ujung thermometer dibersihkan dengan alcohol, masukkan kedalam rongga mulut dan letakkan dibawah lidah. Mulut ditutup rapat. Biarkan thermometer didalam rongga mulut selama 10 menit, kemudian dibaca skala yang ada
  • dengan percobaan yang sama, tetapi probandus bernapas dengan tenang dan teratur melalui mulut, kemudian dibaca setiap 4 menit
  • Probandus berkumur terlebih dahulu dengan air es selama 1 menit, dengan cara yang sama seperti diatas, dibaca 2 kali setiap 5 menit
2. Pengukuran Axiler
  • Turunkan Hg thermometer sampai 0° C
  • Ujung thermometer disisipkan pada fossa axilaris, kemudian pangkal lengan dihimpitkan pada tubuh
  • Biarkan selama 10 menit
  • Ambil thermometer dan dibaca
  • Lakukan percobaan pada 2 probandus lain
  • Cantumkan dalam blanko laporan : nama, jenis kelamin, tinggi badan, dan berat badan probandus serta jam dan temperature kamar saat melakukan percobaan
3. Thermoregulasi
a. menggunakan katak
    • telentangkan seekor katak dan ikat pada suatu papan
    • ukur suhu tubuhnya dengan memasukkan thermometer kedalam esopagusnya selama 5 menit
    • masukkan katak kedalam air es selama 5 menit, thermometer tetap dipasang. Lihat dan bacalah skala termometernya
    • angkat katak tersebut, kemudian masukkan ke dalam air panas suhu 40°C selama 5 menit, baca lagi suhunya
b. menggunakan bekerglass
    • ambil dua buah bekerglass yang sama bentuk dan volumenya
    • isi dengan air panas 70°C sama banyaknya
    • tuangkan pada salah satu bekerglass itu minyak kelapa sedemikian rupa sehingga seluruh permukaan airnya tertutup, sementara itu pasanglah pada kedua bekerglass itu masing-masing sebuah thermometer
    • bacalah suhunya pada permulaan pemasangan, lakukan sebanyak enam kali berturut-turut dengan interval waktu selama lima menit
    • buatlah kurva perubahan suhu dari kedua tabung tersebut dengan ordinat temperature dan absis waktu
c. menggunakan kendi/gerabah
    • percobaan dilakukan seperti dengan b
    • gunakan dua buah kendi yang satu dicat, sedangkan yang lain tidak
    • isi masing-masing kendi dengan air panas 70°C, kemudian buatlah kurvanya

Fisiologi Hewan (Sesi 4- Organ Sensorik)

ORGAN SENSORIK
04 OKTOBER 2011

SENSASI UMUM
  • Sensasi à timbul oleh adanya impuls afferen dari stimuli yang akhirnya mencapai pusat kesadaran di corteks cerebri
SENSASI
RESEPTOR
LETAK
Tekanan dalam
Korpuskel Vater Paccinian
Jaringan ikat subkutan sekitar persendian, alat genital luar (jantan & betina)
Panas, dingin
Korpuskel Ruffini, Bulbus ujung Krause
Sebagian jaringan ikat dalam tubuh
Rasa sakit
Akhiran syaraf bebas neuron sensoris
Kulit dan jaringan ikat kornea mata (rangsang panas, dingin, kimia, mekanik
sentuhan
Korpuskel meissener,; cakram merkel; akhiran syaraf bebas
Jaringan ikat dan papila kulit, disebelah dalam kulit; epithel sensitif (lidah); mengelilingi folikel rambut
Propiosepsi (otot/posisi)
Akhiran syaraf afferen
Mengelilingi serabut otot (contoh sambungan otot dan tendo)
visceral
Serabut syaraf simpatis; serabut syaraf parasimpatis
Organ viseral; refleks pada cor, paru, ren
organik
Syaraf afferen visceral
Rasa/aktivitas keinginan (lapar,haus, seksual, mikturisi)

 

RASA SAKIT
  • Rasa sakit diterima melalui cabang-cabang terminal neuron sensoris
  • Kulit dan jaringan ikat, kornea mata, dll
  • Ujung saraf memberikan respon kepada stimulus yang kuat terhadap zat kimia, suhu, listrik maupun stimulus mekanis
  • Ada 3 macam rasa sakit: superfisial, internal, viseral
  • Ada juga yang menggolongkan : pricking pain (rasa sakit yang tajam, contoh tusukan jarum-à saraf tipe A-delta), burning pain (terbakarnya kulitàimpuls oleh saraf tipe C), aching pain (rasa sakit yang lebih mendalam dan berlangsung lamaà saraf tipe C)
 
PROPIOSEPSI
  • Indera otot
  • Posisi relatif berbagai organ tubuh tanpa fungsi penglihatan (mata)
  • Aktivitas fisikàberjalan, berlari, berkelahi, merumput

PEMBAUAN
  • Sensasi penciuman/pembauan à tergolong sebagai sensasi visceral
  • Reseptor penciuman à kemoreseptor yang dirangsang oleh molekul-molekul dalam larutan dalam cairan hidung
  • Reseptor pembauan à terletak pada bagian khusus mukosa hidung
  • SISTEM OLFAKTORI erat hubungannya dengan sensasi penciuman
  • Dihantarkan oleh syaraf olfaktorius cranialis (nervus 1)
  • Rambut olfactori-à reseptor di mukosa cavum nasi à normal, basah tertutup mukus, materi untuk dapat dicium harus mengalami pelarutan sebelum mencapai sel sensorisà namun partikel halus dapat tanpa pelarutan
MEKANISME PEMBAUAN
  • Apabila zat molekul bau merangsang reseptor pembauan pada bagian mukosa hidungàtimbul potensial reseptoràsekresi mukus
  • Sel-sel penyokong membran mukosa terdapat 10-20 juta sel reseptorà tiap reseptor adalah 1 neuronà 10-20 silia per neuron-à dendrit pendek dan tebal-àakson reseptor menembus lamina kribosa os etmoidalis dan masuk ke bulbus olfactorius
  • Akson bulbus olfactorius berakhir di dendrit sel-sel mitralisà membentuk kompleks sinaps bulat (glomeruli olfactori)àrata-rata 25.000 akson
  • Akson sel mitralisà stria olfactori medialisà substansia perforata anteriorà trigonum olfactoriumàsistem limbik dan hipotalamus-àatau ke korteks pre piriformis dan periamigdale



CITA RASA
  • Taste buds (putik kecap) merupakan organ sensorik untuk pengecapan/ujung dari organ untuk sensasi cita rasa
  • 1 putik kecap terdiri atas sel-sel gustatori fusiformis bersama –sama dengan sel penyokong yang tersususun dalam bentuk seperti tombol
  • Sel-sel gustatori mempunyai prosessus menyerupai rambutà inervasi syaraf sensorik tak bermielin
  • 1 putik kecap à sekitar 50 serabut syaraf, dan sebaliknya tiap serabut syaraf menerima input dari sekitar 5 putik kecap
  • Reseptor pengecapanà kemoreseptor yang menimbulkan respon pada zat-zat larut dalam cavum oris yang membasahinya-àpotensial generator
  • Putik kecap terdapat dalam sirkum vallate dan papilla fungiforms lidah, dan sisanya terdapat di pallatum, faring dan laring
  • Sensasi cita rasa terletak pada2/3 anterior lidah dan disuplai oleh cabang syaraf ke VII atau n.facialis yang disebut korda timpani bersama sama n. trigeminus
  • 1/3 bagian posterior disuplai n. glossofaringeus
  • Sensasi lain yang terletak pada lidah seperti panas,dingin,sentuhan,rasa sakit disuplai oleh n.trigeminus
  • Pada manusia dikenal 4 macam modal cita rasa yaitu manis, asin, pahit dan asam
  • Pangkal lidah (pahit), lateral lidah (asam dan asin), ujung lidah (empat macam cita rasa terutama manis)
  • Cita rasa pada hewan berfungsi untuk memilih makanan yang mengandung elemen-elemen yang defisiensi bagi hewan tersebut
  • Contoh : tikus àdefisiensi vitamin tertentuàsuka makanan kaya vitamin tersebut
  • Tikus adrenalektomi-àsuka larutan saline atau mengandung garam daripada air murni, karena larutan tersebut dapat mengganti garam-garam yang hilang
  • Tikus yang diambil kelenjar parotideanyaàsuka larutan kalsium
  • Jika syaraf sensorik cita rasa dipotong maka hewan tidak dapat memilih makanan dengan tepat untuk mengatasi defisiensi


PENDENGARAN DAN KESEIMBANGAN
  • Reseptor pendengaran dan keseimbangan terletak dalam telinga
  • Telinga luar, telinga tengah dan kokhlea berhubungan dengan pendengaran, sedangkan canalis semisirkularis, utrikulus dan mungkin sacullus berhubungan dengan keseimbangan
  • TELINGA LUAR
  • Telinga bagian luar sampai membrana timpani
  • Telinga luar menyalurkan gelombang suara ke dalam meatus akustikus eksternus
  • Basis telinga luar terdiri dari 3 macam kartilago
  • Kartilago konkhalà terbesar bentuk seperti corong, fungsinya menangkap gelombang suara
  • Kartilago skutisformisà bentuk seperti perisai, fungsinya menyerupai tulang sesamoid
  • Kartilago annularà bentuknya seperti tabungà osseus canalis auditori eksternal
  • Pada beberapa hewan, daun telinga dapat digerakkan seperti antena radar untuk mencari suara
  • Meatus canalis akustikus eksternusàmembrana timpani
  • Telinga luar diinervasi oleh syaraf V, VII dan X
  • TELINGA TENGAH
  • Ruangan dalam os petrous temporalis dan berhubungan dengan faring dengan perantaraan tuba eustachii (tuba auditori)
  • Tuba biasanya tertutup, tetapi waktu menelan,mengunyah dan menguap, tuba membuka untuk mempertahankan tekanan udara pada kedua sisi membrana timpaniàseimbang
  • Membrana timpani sampai membrana penutup jendela oval dan jendela bundar
  • Terdapat 3 tulang pendengaran (ossikel auditori) yaitu malleus, inkus dan stapesà sambungan bersifat mekanik mulai dari membrana timpani sampai membrana jendela oval
  • Terdapat 2 macam otot seran lintang yaitu otot tensor timpani dan otot stapedius
  • Otot tensor timpani berorigo pada dinding atas tuba eustachii dan berinsertio pada malleus
  • Inervasi oleh cabang n facialis
  • Fungsi otot untuk mempertinggi ketajaman pendengaran
  • TELINGA DALAM
  • Telinga dalam atau labirinth-à juga terletak dalam os petrous temporalis
  • Dibentuk oleh 2 bagian
  • Os labirinà serangkaian saluran dalam pars petrosa os temporale, didalamnya terdapat struktur jaringan ikat yang tertutup sempurna dan berbentuk seperti os labirin tetapi lebih kecilàdisebut membrana labirin
  • Membrana labirin berisi cairan endolimfe
  • Ruangan antara membrana labirin dan osseus labirin terdapat cairan perilimfe yang mempunyai hubungan dengan cairan serebrospinal melalui akuaduktus kokhlea
  • Berdasarkan fungsinya telinga dalam dibagi menjadi 2,yaitu kokhlea (suplai n.VIII/auditori) berfungsi untuk mendengarkan dan vestibular (suplai n.VIII) berfungsi untuk keseimbangan
  • BAGIAN VESTIBULAR
  • Meliputi vestibulum dan canalis semisirkularis yang merupakan bagian dari osseus labirin
  • Terdapat dua buah saccus yaitu utrikulus dan sakulus-àmempunyai hubungan dengan perantaraan ductus endolimfatik dan sakulus berhubungan dengan membrana kokhlea
  • Area neuroepithel yang dapat menerima rangsangan perubahan keseimbangan dan gerakan terdapat didalam vestibular membrana labirin—tersusun dari sel penyokong dan sel berambut yang silianya tak bergerak dan berhubungan dengan akhiran syaraf mielin n.auditorius vestibular
  • Area sensitif yang terdapat dalam sakkulus dan utrikulus disebut makula adusticae, mempunyai fungsi terkait statik equilibrium (posisi kepala)
  • Permukaan makula tertutup membran otolitikàmengandung kristal calsium carbonat (otolith)
  • Rangsangan terhadap sel-sel berambut dari makula ditimbulkan oleh efek gravitasi pada membran otolitik
  • Ampullaàujung canalis semisirkularis yang mengandung reseptor (krista)
  • Krista tersusun oleh neuroepithelium yang membentuk sudut tajam dengan bidang canalis semisirkularis, diselubungi massa bundar tinggi (kupulla)àdiantara sel-sel penyokong terdapat sel-sel berambut tempat akhiran syaraf n.auditorius vestibular
  • Perubahan tekanan endolimfe---perubahan bentuk kupulla—perubahan gerak krista (kinetic sense)
  • Impuls yang dibawa oleh n.auditorius vestibular bertanggung jawab terhadap refleks gerakan mata, kepala, bagian-bagian lain tubuh yang mungkin dapat menimbulkan pusing seperti motion sicknessàsensasi posisi dan keseimbangan
  • KOKHLEA
  • Bagian kokhlea labirin adalah tabung berkelok-kelok membentuk putaran (rumah siput)
  • Membrana basalis dan membrana reissner membaginya menjadi 3 ruangan skala
  • Skala vestibuli (atas), skala media (tengah), skala timpani (bawah)
  • Skala vestibuli dan skala timpani mengandung perilimfe dan saling berhubungan pada apeks kokhlea melalui celah kecil (helicotrema)
  • Pada basis kokhlea, skala vestibuli berakhir pada jendela oval, yang tertutup oleh papan kaki stapes
  • Skala timpani berakhir berakhir pada jendela bundar (tertutup membrana timpani kedua yang fleksible/lentur)
  • Skala mediaàmengandung endolimfe, tidak ada hubungan dengan kedua skala lainnya
  • ORGANON KORTI
  • Terletak pada membrana basalis terbentang dari apeks sampai basis kokhlea, mempunyai bentuk spiral
  • Mengandung reseptor-reseptor pendengaran
  • Bagian dari kokhlea yang peka terhadap suara, didalamnya terdapat jaringan neuroepithel
  • Akson sel-sel syaraf dalam ganglion spiralis bersama n.auditorius kokhlea menuju nukleus kokhlearis dalam otak
  • Dendritnya terletak disekeliling sel berambut organon korti
  • Impuls melintas dari dendrit kokhleal ke medial corpus geniculat—pusat pendengaran di corteks cerebri

MEKANISME FISIOLOGI PENDENGARAN
Gelombang suara yang mengenai membrana timpani dilanjutkan secara mekanik oleh ossikel auditorik ke jendela oval
Tekanan pada membrana timpani ditransmisikan ke perilimfe dan vestibulum ke osseus labirin dan membrana labirin
Cairan tidak dapat ditekan àgerakan membran jendela oval dikompensasikan gerakan berlawanan yang menutup jendela bundar
Kokhlea à skala vestibuli—ductus kokhlearis organon korti—skala timpani dan jendela bundar
Gelombang dan tekanan mempengaruhi sel berambutàterbentuk impulsàotak menginterpretasikan sebagai suara
  • Suara berfrekuensi tinggià stimuli sel neuroepithel pada basis kokhlea
  • Suara berfrekuensi rendah àstimuli sel neuroepithel pada apeks kokhlea
  • Spektrum gelombang suara bervariasi tergantung spesies
  • Silent dog whistleàsuara anjing yang tak dapat didengar manusia tapi bisa didengar anjing
  • FISIOLOGI PENDENGARAN
  • Gelombang suara—membrana timpani---osikel auditori—jendela oval telinga tengah– rangsangan jendela oval 10 kali gelombang udara tadi—gerakan stapes—gerakan perilimfe dalam skala vestibuli—membran vestibuli—endolimfe dalam ductus kokhleus—membran basilaris perilimfe dalam skala timpani—membran jendela bundar bergetar/bergerak—gerakan cairan dapat menimbulkan rangsangan pada sel-sel berambut organon korti—otak—suara (teori resonansi dan teori telepon)
  • Teori telepon oleh Rutherford
  • Membrana basillaris oganon korti = diafragma telepon
  • Vibrasi diafragma oleh gelombang suara diubah menjadi impuls elektrik yang frekuensinya sama
  • Kelemahan teori ini bahwa serabut syaraf hanya dapat mentransmisikan kira-kira 1000 impuls perdetik, tetapi manusia dapat mendengarkan suara yang frekuensinya sampai 20000 siklus perdetik,bahkan hewan dapat mendengarkan suara yang frekuensinya lebih besar
  • Teori resonansi oleh Helmholtz
  • Fiber organon kortitidak semua bergetar, melainkan hanya serabut-serabut yang tidak mempunyai frekuensi sama dengan suara yang masuk telinga—impuls ditansmisikan oleh suatu serabut syaraf khusus dalam n.akustikus---korteks cerebri
  • Observasi experimentalà seekor hewan diberi rangsangan suara frekuensi tinggi dalam waktu lama maka akan terjadi degeneratif organon korti bagian basal, sedang suara frekuensi rendah merusak organon korti bagian apeks
  • Teori lain àtravelling wave theory
  • Semua membrana basalis bervibrasi tetapi ada suatu daerah yang bervibrasi maksimal yaitu pada daerah dimana serabut-serabutnya mempunyai frekuensi yang sama yang masuk telinga
  • Vibrasi maksimal suara berfrekuensi tinggi –pada basis , sedangkan vibrasi maksimal suara berfrekuensi rendah –pada apeks
  • KEPEKAAN ATAU KETULIAN
  • Kepekaan (tuli) dapat bersifat persepsual atau sentral
  • Kepekaan persepsual disebabkan oleh kerusakan kokhlea atau syaraf auditori
  • Kepekaan sentral disebabkan oleh kerusakan traktus auditori atau pusat pendengaran di otak
  • Penyebab kepekaan bila diurutkan dari luar ke dalam adalah gangguan pada transmisi suara ditelinga luar (membrana timpani) atau telinga tengah (osikel auditori)àtuli konduksi, atau kerusakan struktur telinga dalam atau pada lintasan syaraf n auditorius bagian kokhlear dan syaraf menuju ke otakàtuli syaraf
Faktor-faktor yang mempengaruhi :
  • Toksin
  • Luka/kerusakan
  • Obat-obatan obstruksi
  • Faktor genetik
Adanya gangguan pada vestibular dapat menimbulkan rasa pusing, nausea dan gangguan keseimbangan



PENGLIHATAN
  • Akomodasi à menggambarkan proses memfokuskan lensa
  • Dicapai dengan cara kontraksi dan relaksasi otot siliaris (otot polos yang melingkari lensa, menempel pada pertautan corneoskleral dan koroid)
  • Koroid bersifat elastisàtegangannya dalam keadaan normal menarik processus siliaris—merentangkan lensa mata—lensa pipih atau kurang konveks (akomodasi jarak jauh/memfokuskan lensa jarak jauh)
  • Akomodasi jarak dekat-àotot siliaris berkontraksi merentangkan koroid dan merelaksasikan prosessus siliaris—lensa lebih bikonveks
  • Otot siliaris diinervasi oleh serabut syaraf parasimpatik okulomotor cranial III
  • Agar hewan dapat melihat diperlukan cahaya yang melintas ke mata membentuk gambaran pada retina-àmerangsang reseptor sensoris (sel batang dan sel kerucut)àimpulsàotak bagian visual korteks
  • MEKANISME PENGLIHATAN
  • Berkas cahaya dari benda disekitar mata—mata—lensa– principal focus– retina– timbul potensial aksi dalam n.opticus pada sel-sel batang dan kerucut (akson memproyeksikan gambar tepat dari retina)– impuls yang terbentuk diretina dihantarkan ke korteks cerebri (corpus geniculatum lateralis memproyeksikan gambar titik demi titik yang sama pada corteks cerebri)– diolah menjadi kesadaran penglihatan
  • Cahaya melintas dari udara—mata—cahay a mengalami refraksi dan diperlambat apabila datangnya miring
  • Cahaya yang datang tegak lurus, seperti yang jatuh pada pusat—tidak mengalami refraksi
  • Tergantung pada besarnya sudut saat menyentuh mata dan indeks refraksi tiap-tiap bagian mata---terjadi pembelokan cahaya bertingkat
  • Cahaya—kornea—terjadi refraksi yang cukup besar
  • Media lain saat refraksi ialah cairan aqueosa, lensa dan cairan vitreosa
  • Emetropik= mata relaks normal
  • Refraksi normal membelokkan cahaya sekedar untuk menghasilkan fokus yang tajam pada retina
  • Jarak 6.5 m atau lebih,berkas cahaya hampir sejajar
  • Lebih dekat dari 6.5 m-àdivergenàakomodasi
  • Bayangan yang terbentuk pada retina adalah terbalik karena cahaya masuk secara menyilang ke dalam mata
  • Retina adalah tunika nervosa mata, terdapat titik buta, cakram optik atau optik papila, dimana syaraf optik masuk ke mata
  • Cahaya harus melintasi beberapa lapis retina sebelum mencapai fotoreseptor batang dan kerucut yang terletak dekat koroid dan sklera
  • Dibawah fotoreseptor terdapat lapisan sel-sel berpigmen yang menyerap cahaya yang tidak terserap fotoreseptor dan mencegah membaurnya cahaya itu
  • Sel batang lebih sensitif terhadap cahaya dibandingkan sel kerucut
  • Sel batangàpenting untuk persepsi penglihatan apabila intensitas cahayanya rendah misal senja hari
  • Sel kerucutàkurang peka cahayaàuntuk intensitas cahaya tinggiàmisal siang hari
  • Sel kerucut juga berperan dalam penglihatan berwarna
  • Fotokimia -àenergi cahaya diubah menjadi impuls syaraf dengan mengubah potensial membran sel-sel reseptor (sel batang & kerucut) yang berisi pigmen---mengalami perubahan kimia bila terkena cahaya
  • Opsin adalah protein yang terdapat dalam zat fotokimia
  • Sel batang—rodopsin, sel kerucut---fotopsin
  • Bedanya pada respon kepekaan terhadap panjang gelombang cahaya
  • Rodopsin (visual purple)à kombinasi skotopsin dengan pigmen karotenoid yang disebut cis-retinine
  • Bila ada sinar---rodopsin menyerap sinar—dekomposisi mengubah cis-retinine menjadi trans-retinine (tahap lumirodopsin dan metarodopsin)—skotopsin terpisah dari trans-retinine---perubahan potensial membran sel batang---impuls---otak
  • Semua trans-retinine diubah kembali menjadi cis-retinine dengan enzim isomerase—cis-retinine bergabung lagi dengan skotopsin membentuk rodopsin
  • Retinine disintesa dari vitamin A dan rodopsin disintesa dalam keadaan cahaya kurang
  • Mata beradaptasi dalam intensitas cahaya tinggi
  • Zat fotokimia sel batang dan kerucut diubah menjadi opsin dan retinine---zat fotokimia berkurang----kepekaan mata terhadap cahaya berkurang, diameter pupil berkurang-àmenurunkan jumlah cahaya yang masuk ke mata
  • Adaptasi gelap—sebaliknya
  • Retinine dan opsin diubah menjadi fotopsin
  • Dalam waktu 20 menit setelah masuk kegelapan---kepekaan fotoreseptor meningkat sampai 5000kali, 45 menit---menjadi 25000kali