- Mengapa harus ada volume sisa dalam paru-paru manusia?
- Jelaskan tentang kapasitas paru-paru manusia
- Jelaskan tentang mekanisme refleks batuk pada manusia?
- Jelaskan tentang mekanisme transport CO2 oleh darah dalam sistem respirasi manusia
- Jelaskan tentang proses kapasitasi sperma manusia
- Jelaskan tentang proses spermatogenesis
- Sebut dan jelaskan tentang perubahan tubuh saat pubertas pada laki-laki dan perempuan
- Jelaskan tentang proses ereksi dan ejakulasi pada laki-laki
- Mengapa folikel dapat membengkak sampai 6-10x dengan cepat sesaat sebelum ovulasi?
- Jelaskan tentang siklus endometrium dan menstruasi pada wanita
- Sebut dan jelaskan tentang 3 sistem hormon reproduksi wanita
- Jelaskan tentang proses fertilisasi ovum oleh sperma sampai terjadinya kehamilan dan kelahiran bayi
- Jelaskan tentang fungsi estrogen dan progesteron pada wanita
- Apa yang anda ketahui tentang jantung koroner? Jelaskan
- Apa yang anda ketahui tentang :a. menopauseb. mons pubisc. sel teca ovariad. sel granulosa ovariae. corpus luteumf. clitorisg. corpus albicansh. sel sertolii. sel leydigj. semenk. volume tidall. kapasitas vitalm. ampulla isthmus junctionn. glandula bartholinso. infundibulum
Welcome To Veterinary's World
Selasa, 19 Juni 2012
Soal Kuis Anatomi Fisiologi Manusia (Bagian 2)
Jumat, 20 April 2012
soal kuis anatomi dan fisiologi manusia (bagian 1)
- Gambarkan skema dan jelaskan tentang 9 regio abdomen pelvis
- Sebut dan jelaskan tentang pembagian jumlah tulang vertebrae pada manusia
- Jelaskan tentang amfiarthrosis, sinarthrosis dan diarthrosis dengan disertai contoh-contohnya
- Jelaskan tentang proses penyembuhan fraktur
- Sebutkan tulang tulang penyusun tengkorak manusia
- Sebutkan otot-otot penyusun tangan dan kaki manusia
- Jelaskan tentang osteoporosis dan osteomalasia
- Jelaskan tentang fungsi otot pada manusia
- Sebutkan otot-otot penyusun bahu manusia
- Sebut dan jelaskan hormon-hormon gastrointestinal
- Jelaskan tentang fungsi saliva
- Selaskan tentang fungsi lambung manusia
- Jelaskan tentang mekanisme proses menelan makanan pada manusia
- Sebut dan jelaskan sel penyusun lapisan tunika mukosa lambung
- Jelaskan mekanisme proses defekasi pada manusia
- Jelaskan tentang fungsi endokrin dan eksokrin pankreas manusia
- Jelaskan tentang fungsi hati manusia
- Jelaskan tentang fungsi garam empedu pada pencernaan manusia, dan apa yang terjadi apabila tidak ada garam empedu?
- Mengapa sel chief memproduksi pepsinogen dalam keadaan belum aktif? bagaimana proses aktivasi pepsinogen tersebutrt sehingga terbentuk pepsin?
- Jelaskan tentang mekanisme umpan balik insulin dan glukagon pada manusia
Senin, 23 Januari 2012
FISIOLOGI DIGESTI
• Digesti merupakan proses penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan yang terjadi dalam saluran pencernaan, agar dapat diserap dan digunakan oleh jaringan
• Fungsi utama pencernaan adalah memecah molekul kompleks dan molekul besar dalam makanan sehingga molekul dapat diserap dan digunakan tubuh
• Anatomi Umum
• Mulut-faring-esofagus-lambung-usus-anus
• Invertebrata àfagositosis
PENCERNAAN HEWAN TINGKAT RENDAH
• Intraseluler
• Protozoa, contoh paramecium dan amoeba
• Butir makanan dibungkus oleh vakuola---sel—hasil pencernaan diserap---limbah dikeluarkan
PENCERNAAN PADA AMFIBI
• Hampir sama dengan ikan
• Rongga mulut terdapat gigi bentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa
• Esofagus berupa saluran pendek
• Ventrikulus berbentuk kantung (terbagi dua—muara esofagus dan saluran keluar)
• Intestinum dibedakan atas usus halus dan usus tebal
• Usus halus (duodenum, jejenum dan ileum) tapi belum jelas batas-batasnya
• Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka
• Kloaka merupakan muara bersama antara saluran pencernaan,reproduksi dan urin
• Kelenjar pada amfibi adalah hati dan pankreas
PENCERNAAN PADA AVES
• Makanan ditampung dalam crop/empedal/gizzard---terjadi proses penggilingan sempurna hingga halus
• Makanan—paruh—ditelan—tembolok—dilunakkan dan dicampur dengan kelenjar pencernaan proventrikulus---digiling dalam empedal (tidak ada enzim pencernaan dalam empedal), fungsi utama untuk memperkecil ukuran partikel makanan
• Empedal---masuk ke duodenum (ada enzim amilolitik,lipolitik dan proteolitik dari pankreas dan amilase dari empedu hati)—usus halus dindingnya mengeluarkan kelenjar yang mengandung erepsin dan enzim pemecah gula---diserap vili usus
• Unggas tidak mengeluarkan urine cair, namun urine dikeluarkan bersama-sama dengan feses.
• Warna feses putih---asam urat
PENCERNAAN PADA REPTIL
Rongga mulut –gigi bentuk kerucut, lidah bercabang dua
Esofagus
Lambung/ventrikulus
Intestinum (usus halus dan usus tebal)
Kelenjar pencernaan hati,pankreas, kantung empedu
PENCERNAAN PADA MAMALIA
Saliva tersusun dari: air, elektrolit, mukus, & enzim.
• Air & mukus: melunakkan & melicinkan ingesta memudahkan mastikasi & penelanan (swallowing).
• lysozyme: enzim saliva dengan efek antibakteri.
• amylase: enzim pencerna tepung (starch) didalam saliva
• Sekresi pada sapi >200 liter/hari; manusia 1-2 liter/hari
DIGESTI MEKANIK—PREHENSI DAN MASTIKASI
• Gerakan mengantarkan makanan masuk ke dalam mulut disebut prehensi
• Gigi, pipi, lidahà organ prehensif
• Pengunyahan atau mastikasi atau chewing biasanya merupakan proses yang segera timbul setelah prehensi
• Otot yang berperan : pterigoid, masseter dan temporal
DEGLUTISI
• Deglutisi atau proses penelanan terbagi dalam tiga tahap
• 1. bergeraknya makanan atau air melalui mulut
• 2. bergeraknya bolus didalam faring
• 3. refleks peristaltis esogafus
MEKANISME DEGLUTISI
• Tahap pertama proses menelan berada dibawah kehendak/sadar.
• Makanan+saliva--àbolus-àpermukaan atas lidah-àlidah diangkat ujungnya dahulu, kearah palat keras untuk menggerakkan bolus menuju faring ; sedangkan palat lunak diangkat menutup hidung sebelah caudal-àdasar lidah mendorong bolus masuk ke dalam faring
• Bolus bergerak didalam faring-à merangsang tekanan dinding faring-à refleks penghambatan respirasi, laring ditutup, ditarik ke atas dan ke depan-àdasar lidah melipat epiglotis pada bukaan laringeal-àfaring dipendekkan-àgerakan peristaltik otot faringeal mendorong bolus masuk esofagus
• Bolus dalam esofagus-àproses peristaltis esofagus-àrelaksasi dan kontraksi cincin otot dinding esofagus
• Kecepatan gerak makanan 35-40 cm/detik, bahan cair bergerak 5x lebih cepat
GERAKAN lambung
• Non Ruminansia
• Bolus (bolus dalam bentuk berlapis-lapis)—gelombang kontraksi peristaltik--- cardia---antrum pilorik---spincter pilorik--- duodenum
• Faktor yang mempengaruhi pengosongan lambung : volume makanan; fluiditas campuran; reseptivitas duodenum (banyak sedikitnya chyme)
• Air dapat melintas dalam perut meskipun perut itu penuh, tanpa harus melarutkan isi perut itu
• Osilasi ritmik---potensial membran sel-sel otot halus saat perut kosong---kontraksi peristaltik—gelombang kecil—kontraksi lapar
• Ruminansia
• Ruminasi à proses yang memungkinkan seekor hewan merumput, mengunyah yang meliputi proses regurgitasi (makanan kembali dalam mulut), remastikasi (pengunyahan kembali), reinsalivasi (pencampuran dengan saliva) dan kemudian ditelan lagi
Regurgitasi
Diawali dengan kontraksi retikulum, menggerakkan ingesta (bolus) yang berat ke ujung kardia, menyebabkan sfingter antara esofagus & lambung depan relaks---glottis menutup setelah inspirasi---tekanan negatif
menyebabkan dinding tipis esofagus &
kardia berdilatasi
Tekanan diesofagus lebih rendah daripada rumen bersamaan dengan terjadinya antiperistaltik berakibat material (ingesta semifluid) melewati kardia masuk ke esofagus hingga ke mulut
Sapi:
Rata-rata 8 jam perhari ruminasi.
Satu siklus ruminasi butuh waktu 1 menit,
3-4 detik untuk regurgitation & redeglutisi.
• Retikulum---menangkap logam dan benda keras; tidak ada kelenjar
• Rumen– muscular; fermentasi; penyimpanan dan pencampuran
• Omasum--- mengurangi ukuran partikel; mengabsorpsi air; tidak ada kelenjar
• Abomasum--- perut sejati; enzim dan kelenjar
Eruktasi
• CO2 dan methan
• Diproduksi oleh mikroba dalam rumen
• Kontraksi rumen dan pembentukan gas
• Terjadi bloat jika gas tidak keluar
Usus halus
• Pergerakan refleks-à Chyme---rangsangan usus---gerakan usus--mendorong ingesta melaju kedalam saluran pencernaan dan mencampurnya dengan cairan pencernaan, membuat kontak dengan dinding usus dan vili agar terjadi penyerapan
• Segmentasi ritmikàsuatu jenis gerakan intestinal yang tidak menggeserkan ingesta menyusuri saluran pencernaan, tetapi hanyalah mencampurkannya saja
• Kontraksi intermitten-àingesta bentuk bola-bola
• Peristaltik-à gerakan mendorong ingesta disepanjang usus menuju anus
Vomitus/emesis atau muntah
Respon proteksi bertujuan membuang ingesta yang merusak dari lambung dan usus halus (small intestine) .
Merupakan reflek sangat terkoordinasi, dikontrol melalui pusat reflek muntah di brainstem.
Emetics: obat yang merangsang pusat muntah, menyebabkan muntah.
Proses muntah dimulai relaksasi sfingter antara lambung dan usus halus, diikuti antiperistaltik yang mendorong isi usus ke lambung.
Digesti fermentasi- proses fermentasi
• Substrat molekuler dipecah oleh aksi bakteri dan mikroorganisme lain
• Terjadi di forestomach (non-glandular); sekum dan colon
• Faktor pengaruh pH, kelembaban, kekuatan ionik, kondisi oksidasi-reduksi yang dapat mempertahankan mikroba
• Mamalia tidak mampu mencerna langsung komplek karbohidrat yang menyusun sel tanaman (cellulosa & hemicellulose) oleh karena mamalia tidak menghasilkan enzim cellulase.
• • Lambung depan ruminansia menyediakan lingkungan yang serasi bagi pertumbuhan bakteri, protozoa & mikroba lainnya yang mampu menghasilkan cellulase.
Tipe mikroba :
• Starch fermenter---amylotic mikroba
• Selulose fermenter---selulotic mikroba
• Sesuai jenis makanan
kategori mikroba:
• Bakteri
• Protozoa
• jamur
volatile fatty acid
Acetic acid
• Sebagian besar dari selulose
• Penting untuk lemak susu pada sapi perah
Propionic acid
• Sumber biasanya dari starch
Butyric acid
• Derivate asam asetat
• VFA dihasilkan melalui fermentasi karbohidrat(yang dikonsumsi oleh ruminansia)
• VFA juga dihasilkan dari pengolahan karbohidrat yang diproduksi oleh aktivitas selulase mikroba
• VFA juga digunakan untuk sintesis lemak susu pada hewan yang sedang menyusui
• Methane dan CO2 dihasilkan oleh pencernaan fermentatif dan terakumulasi ---lapisan gas diatas ingesta rumen dan retikulum
Produk akhir digesti fermentasi
• VFAs---sumber energi utama
• CO2
• NH3 (ammonia)
• CH4 (methan)
• mikroba
reticular/esophageal groove
• Pada ruminansia muda
• Air susu terhindar masuk rumen dan retikulum----langsung masuk omasum dan abomasum
• Air susu dari ember menyebabkan air susu langsung ke rumen sehingga pencernaan tidak sempurna
Gastric juice
• Gastric juice/gastric pit : sekresi substansi kombinasi kedalam lambung oleh kelenjar lambung dan sel epithel pada mukosa lambung
• Terdiri dari : air, HCl, mukus, factor intrinsic, pepsinogen dan rennin
• Regulasi sekresi : face cephalic; gastric dan intestinal
Fase cephalic
• Respon terhadap: melihat; bau/mencium dan atau rasa makanan
• Berhubungan dengan rangsangan nervus vagus (saraf parasimpatis meningkat) ke lambung
Fase gastric
• Respon terhadap masuknya makanan ke lambung
• Protein di lambung memicu sekresi hormon gastrin dan histamine-àmemicu sel parietal lambung-àmenghasilkan HCl (asetilkolin = neurotransmitter parasimpatis juga mampu merangsang sel parietal mensekresi HCl)
• Lebih efisien jika ada ketiganya (asetilkolin+gastrin+histamine)---sekresi HCL
• Reseptor histamine pada sel parietal (H2) berbeda dengan reseptor yang berhubungan dengan reaksi alergi (H1)
• Antagonis H2-àmenurunkan sekresi HCl
• Antihistamine untuk alergi tidak berikatan dengan reseptor H2à tidak mengganggu pencernaan
Fase intestinal
• Kebsekresi hormon kolesistokinin, gastrin inhibitory peptide dan sekretin dari epithel duodenal-à menghambat sekresi HCl (menghambat fungsi lambung)eradaan makanan diduodenum memicu
• Mamaliaàgastric juice mencapai pH 2 atau kurang
• Berperan proteksi menekan pertumbuhan mikroba yang masuk bersama makanan
• Rendahnya pH akan menghambat sekresi HCl -àmenghindari pH terlalu asam
• Pepsinogen akan teraktivasi oleh rendahnya pHàterbentuk pepsinàpepsin akan mengaktifkan lebih banyak pepsinogen
• Chief atau peptic cell àmensekresi pepsinogen (mengawali pencernaan protein dalam lambung)
• Pencernaan protein sempurna terjadi dalam usus halus (dibantu enzim digesti lainnya)
• Peran mucusàmencegah kerusakan lapisan sel epithel lambung dari asam lambung
• Sekresi mucus dirangsang oleh prostaglandin (diproduksi lokal di dinding lambung)
• Obat anti radang non steroid—aspirin dan penilbutazonàmenghambat sintesis prostaglandin
• Renin
• Enzim didalam gastric juice yang terdapat didalam abomasum ruminansia muda
• Fungsinya mengkoagulasikan air susu sehingga perjalanan air susu disepanjang saluran gastrointestinal berkurang/lambat
• Intrinsic factor
• Suatu carrier protein untuk vitamin B12 àmengikat vitamin B12àmenuju ke ileumàterjadi absorpsi vitamin B12
HOMEOSTASIS
KESEIMBANGAN CAIRAN




l Komposisi tubuh :
- zat padat : 40 % BB
- zat cair : 60 % BB
Zat cair bayi : 75 % BB
> 70 th : 45 % BB
o Wanita < pria
l Distribusi air dalam tubuh terdiri :
cairan intrasel : 40 % BB
cairan ekstrasel : 20 % BB
l Cairan ekstrasel terbagi dalam :
cairan intravaskuler : 5 % BB
cairan interstitial : 15 % BB
l Cairan intravaskuler yg 5 % adalah plasma
volume sel darah merah 3 % BB
volume darah 8 % BB
l Konsep dasar pengaturan cairan & elekt
1. Mekanisme homeostasis yg me-
mantau dan mengatur komposisi
cairan tubuh peka thd perubahan
dlm cairan ekstraseluler.
2. Tidak ada reseptor scr langsung me-
mantau keseimbangan cairan,reseptor
dpt memantau volume dan konsentrasi
osmotik plasma.
3. Perbedaan tek. osmotik dpt sebab-
kan transpor aktif garam dan diikuti
transpor pasif air.
4. Air dan elektrolit dlm tubuh mening-
kat bila yg masuk >> drpd yg keluar
l Hormon yg mengendalikan keseimba
ngan cairan dan elektrolit :
- anti diuretik hormon (ADH)
- aldosteron
- atrial natriuretic peptide
l Antidiuretik hormon (ADH)
perubahan 2 % P osm
osmoreseptor (hipotalamus)
rangsang ginjal tahan air
ADH
rangsang pusat haus
l Aldosteron
K naik /
Na turun
cortex adrenal
aldosteron
l Atrial natriuretic peptide (ANP)
tek. darah / vol. darah naik
peregangan abn. dinding atrium
ANP haus turun, blok ADH & aldos




l PERTUKARAN CAIRAN DGN LINGKU
NGAN
Kehilangan cairan : 2500 ml/hr
- urine
- faeces
- insensible perspiration
l PERTUKARAN CAIRAN DGN LINGKU-
NGAN
Peningkatan suhu ---- demam
insensible water loss
l Pemasukan air : 2500 ml/hr
- makan 1000 ml
- minum 1200 ml
- hasil metabolisme 300 ml :
hasil fosforilasi oksidasi di mitokondria
l Kelebihan dan kehilangan cairan
- Isi air tubuh sulit diukur
- Konsentrasi Na (130 mEq/l) :
* hiponatremia : overhidrasi
* hipernatremia : dehidrasi
l Minum terlalu banyak
l Pemberian infus cairan hipotonik >>
l Gangguan pengeluaran air mell urine
l Kelainan endokrin (prod ADH >>)
hiponatremia
pergeseran cairan ke interstitial
edema
Kehilangan >> pemasukan air :
* diabetes mellitus
* diabetes insipidus
hipernatremia
konsentrasi osmotik plasma >>
dehidrasi
syok sirkulasi
l Konsentrasi osmotik CES :
- meningkat cairan hipertonik
air akan berpindah dari CIS ke CES
keseimbangan osmotik terjaga
- menurun cairan hipotonik
air berpindah dari CES ke CIS
l Mekanisme konsentrasi ginjal
setelah 2/3 filtrasi glomerulus (180l/h)
direabsorpsi di TKP mell 3 proses yg
berhub :
- mengirim cairan ke seg pengencer
- memisahkan lar & air didlm seg pe
ngeceran
- reabsorbsi air didlm duktus kolekting

l Mekanisme pengenceran urine :
1. Kirim air ke bag tebal ascending
loop Henle, tub kont dis & sistem
kolekting.
2. Buat cairan hipotonik mak dlm seg
men pengenceran.
3. Pertahankan sist kolekting impermeable
& tanpa pengaruh ADH / antidiuretik lain
KESEIMBANGAN ELEKTROLIT
l Keseimbangan tercapai bila masuk &
keluar sama utk setiap elektrolit.
• Penting karena :
- pengaruhi scr langsung keseimba-
ngan cairan
- pengaruhi fungsi sel
KESEIMBANGAN NATRIUM & KALIUM
• Perhatian :
- kontributor utama konsentrasi os-
motik CES & CIS
- pengaruhi langsung fungsi normal
semua sel
KESEIMBANGAN NATRIUM & KALIUM
NATRIUM :
- kation dominan di CES
- NaCl & NaHCO3
- Normal Na CES : 136-142 mEq/l
CIS : 10 mEq/l
KALIUM :
- kation dominan di CIS : 160 mEq/l
CES : 3,8-5 mEq/l
KESEIMBANGAN NATRIUM & KALIUM
Ada 2 aturan umum :
1. Masalah yg sering pd gangguan
elektrolit ok tidak seimbang masuk
& keluar ion Na.
2. Gangguan keseimbangan K jarang tetapi lebih bahaya.
KESEIMBANGAN NATRIUM
• Jumlah Na di CES menunjukkan kese
imbangan 2 faktor :
1. Uptake Na mell digestif.
2. Ekskresi Na di ren & pulmo
KESEIMBANGAN KALIUM
• 98 % di CIS
• Konsentrasi di CES keseimbangan
antara :
1. Masukan mell epitel digestif.
2. Keluaran mell urine TKD dan
sistem kolekting.
KESEIMBANGAN KALIUM
3. Kadar aldosteron
- aldosteron pompa ion reabsorb
si Na ditukar dgn keluar K dr cair
an peritubuler.
- konsentrasi K tinggi sekresi aldo
steron Na ditahan K ekskresi
KESEIMBANGAN KALSIUM
• 99 % total Ca di tulang
• Kation penting di CES & CIS
• Peranan penting :
- di matriks mineral tulang
- transmisi impuls saraf
- kontraksi otot
- koagulasi darah
- sekresi hormon
- adesi interseluler
- second messenger intrasel utk proses :
* eksositosis * kemotaksis * sekresi hor
mon * aktivitas enzim * fertilisasi
KESEIMBANGAN KALSIUM
Dikendalikan scr ketat oleh interaksi :
- Absorbsi gastrointestinal
- Ekskresi ren
- Resorpsi tulang
- Sistem vit D - hormon paratiroid
KESEIMBANGAN MAGNESIUM
• Manusia mengandung sekitar 29 gr :
- 60 % tersimpan di tulang
- di cairan tubuh :
* terutama di CIS (26 mEq/l)
* di CES (1,5-2,5 mEq/l)
• Kofaktor thd reaksi enzimatik spt :
- fosforilasi glukosa dlm sel
- penggunaan ATP pd kontraksi serat otot
- sbg komponen struktural tulang
* Intake 24-32 mEq/l (0,3-0,4 g) per hari
KESEIMBANGAN FOSFAT
• Dibutuhkan utk mineralisasi tulang
• Di cairan tubuh :
- pembentukan energi
- aktivasi enzim
- sintesa asam nukleat
• Konsentrasi di plasma 1,8-2,6 mEq/l
• Direabsorbsi di tub kon proksimal di rangsang oleh calcitriol
• Keluar mell feses & urin 30-45 mEq/l per hari
KESEIMBANGAN ASAM BASA
PENDAHULUAN
• Menjaga homeostasis asam basa pen
ting utk kehidupan organisme.
• Persamaan Henderson :
[H+] = 24 PaCO2/ [HCO3]
• Kelainan asam basa dimulai oleh :
- perubahan pd PaCO2 kelainan respirasi
- perubahan pd bikarbonat plasma kelain
an metabolik
• Gangguan asam basa :
- asidosis/alkalosis respiratorik
- asidosis/alkalosis metabolik
l pH cairan tubuh refleksi interaksi :
- asam, basa, garam dlm larutan
• Normal : 7,35-7,45
• Perubahan konsentrasi H+ :
- gangguan stabilitas membran sel
- kelainan struktur protein
- perubahan aktifitas enzim
l pH cairan tubuh :
< 7,35 asidemia asidosis
> 7,45 alkalemia alkalosis
pengendalian pH penting proses
homeostasis
Pemeliharaan keseimbangan asam basa
sistem buffer
- hanya peranan sementara
H+ >> - suplai mol buffer terbatas
- kontrol pH tidak mungkin
* koordinasi :
- kerja sistem buffer
- mekanisme respirasi
- mekanisme ren
KOMPENSASI GINJAL
• Perubahan pH plasma kompensasi
ren perubahan laju sekresi dan reabsorbsi H+ & HCO3
• Ion hidrogen disekresi ke tub cairan :
- TCP
- TCD
- Sistem kolekting
tergantung keberadaan buffer di urine
(sekresi berlanjut sp pH cairan tub 4-4,5)
l Gangguan keseimbangan asam basa
dimulai oleh :
- perubahan pd PaCO2 kelainan res
piratorik
- perubahan pd bikarbonat plasma
kelainan metabolik
• Asidosis / alkalosis respiratorik
• Asidosis / alkalosis metabolik
• Etiologi :
- kelainan yg mempengaruhi buffer
sirkulasi, performa respirasi, fungsi
ginjal.
- kondisi kardiovaskuler.
- kondisi yg pengaruhi CNS.
ASIDOSIS RESPIRATORIK
- kelainan dimulai PaCO2
- Asidosis ion H+ tinggi pH
ALKALOSIS RESPIRATORIK
- kelainan diawali oleh PaCO2
- Alkalosis ion H+ rendah pH
- ASIDOSIS METABOLIK
- Kelainan diawali oleh HCO3
- Asidosis ion HCO3 rendah pH
- Penyebab :
- 1. Produksi berlebihan asam tetap dan
- organik.
- as tetap spt asam sulfat & as fosfat
- as organik spt as laktat.
- ASIDOSIS METABOLIK
- 2. Gangguan ekskresi H+ spt pd glome
- rulonefritis.
- 3. Sesudah kehilangan bikarbonat >>.
ALKALOSIS METABOLIK
- kelainan diawali oleh HCO3
- Alkalosis ion HCO3 tinggi pH
Langganan:
Komentar (Atom)