PENGANTAR PARASITOLOGI
22 September 2011
SIMBIOSIS DAN PARASITISME
} Parasitologi adalah cabang ilmu biologi yang membatasi diri untuk mempelajari organisme yang hidupnya tergolong bersifat parasitisme yaitu parasit
} Kehidupan yang tergolong parasitisme adalah kehidupan yang melibatkan dua organisme yang berbeda (heterospesifik). Perbedaan tersebut bisa pada tingkat spesies, ordo, kelas dan bahkan pada tingkat filumnya
} Semua kehidupan yang melibatkan dua organisme yang berbeda atau hubungan yang bersifat heterospesifik dikenal sebagai hubungan simbiosis (simboun= hidup bersama)
Macam-macam simbiosis :
EPIBIOSA
} Epibiosa adalah suatu model kehidupan simbiosis yang sangat sederhana
} Pada kehidupan model ini, hubungan kedua organisme sangat longgar karena satu organisme hanya merupakan support saja dari epibion
} Berdasarkan jenis supportnya kita mengenal berbagai model simbiosis epibiotik
1. Epifit
} Epifit adalah simbiosis epibiotik yang supportnya adalah golongan tumbuhan
} Epifit vegetal, contoh : anggur
} Epifit animal, contoh : sejenis cacing (annelida polychaeta serpulidae) yang menempel pada tumbuhan laut
2. Epizoa
} Epizoa adalah simbiosis epibiotik yang supportnya adalah golongan hewan
} Epizoa vegetal, contoh algae yang melekat pada permukaan kulit udang
} Epizoa animal, contoh ciriped yang melekat pada permukaan kulit kepiting
FORESI
} Foresi merupakan suatu kehidupan simbiosis yang foretiknya seperti epibion temporer dan supportnya mobile tetapi hubungan foretik dan pasangannya tampaknya lebih erat daripada hubungan simbiosis epibiotik
Contoh Simbiosis Foretik :
1. Simbiosis foretik pada stadium larva
} Contoh : Hubungan antara larva Epicardi yang disebut mikronisien yang menempel pada tubuh Copepoda planktonik
} Pada hubungan ini tampaknya mikronisien mempunyai kepentingan ekologik, karena larva tersebut tidak mampu berenang dalam waktu yang lama sehingga dengan melekatkan diri pada Copepoda, larva tersebut dapat meningkatkan jangkauan penyebarannya. Namun demikian, pasangannya hanya merupakan transport yang sederhana karena selama kehidupan foretiknya, mikronisien tersebut tidak makan
} 2. Simbiosis foretik pada stadium dewasa
} Contoh : pada kasus sejenis acarina gamasit (yang hidup pada feses herbivora dan makan miselium jamur yang tumbuh pada feses tersebut) dengan Coleopter (kumbang) yang hidup pada feses tersebut
} Karena hidup bersama pada feses tersebut, acarian sering menempel pada kaki atau bulu sayap kumbang, sehingga dengan cara menempelkan diri tersebut acarian dapat pindah bersamaan dengan pindahnya kumbang dan dapat menemukan feses herbivora lainnya. Jadi simbiosis tersebut lebih bersifat ekologik pakan. Namun demikian, acarian tidak makan pada kumbang dan tidak ada kompetisi interspesifik didalam feses karena niche ekologiknya berbeda
} Contoh lain adalah hubungan antara jenis ikan genus Echenis (golongan Teleosteon) dengan ikan besar seperti ikan hiu.
} Ikan Echenis menempel pada kulit ikan hiu dan mengikuti gerakan atau penyebarannya.
} Ikan Echenis memakan sisa-sisa pakan transporternya yang jatuh berserakan pada saat transporter merobek-robek mangsanya. Disini terlihat sedikit ketergantungan foretik akan nutrisi atau pakan terhadap transporternya, sehingga dapat dikatakan sebagai batas antara simbiosis foretik dengan simbiosis komensalisme
INQUILINISME
} Inquilinisme adalah suatu kehidupan simbiosis dimana suatu inquilin memanfaatkan rongga-rongga alami organisme lain sebagai tempat berteduh
} Hubungan ini tampak sederhana, namun lebih dekat daripada simbiosis foretik
} Dikenal dengan simbiosis endoforesis
Contohnya :
} 1. Hubungan antara sejenis ikan genus Firasfer dan Holoturique.
} Ikan firasfer hidup didalam kloaka Holoturique dimana ikan bisa masuk karena ekornya yang kecil memanjang. Disini tidak ada kompetisi nutrisi antara firasfer dengan holoturique karena yang satu pemakan sisa-sisa, yang lain karnivora
} 2. Hubungan antara sejenis udang Amphipoda yaitu Perierella andoniniana yang hidup dalam kantung kanal Suberites carnosus(sejenis bunga karang)
} Hubungan ini agak spesifik karena adanya Amphipoda dalam kantung kanal menyebabkan penebalan dinding kanal sehingga hubungan lebih bersifat inquilinisme
KOMENSALISME
} Komensalisme adalah suatu kehidupan simbiosis yang tidak menimbulkan kerugian satu sama lainnya tapi juga tidak perlu salah satunya beruntung.
} Komensalisme dapat juga berarti makan pada meja yang sama
Contohnya :
} 1. Hubungan antara anemon (Coelenterata) laut tropis dan sejenis ikan yang disebut Amphiprion percula (clownfish)
} Ikan amphiprion tersebut hidup didaerah tentakel anemon. Keduanya memakan pakan yang ada disekitar anemon, tampaknya disini ada sharing pakan antara anemon dan ikan tersebut.
} Sebetulnya anemon dalam memperoleh pakannya menggunakan sengatan nematosista yang ada pada tentakelnya dan dapat membahayakan ikan Amphiprion yang hidup disitu, tetapi ikan memiliki kemampuan mengeluarkan mukus yang melindungi tubuhnya dari sengatan nematosista sehingga keduanya dapat hidup bersama
} 2. Hubungan antara fauna dalam usus herbivora juga dapat digolongkan dalam simbiosis komensalisme karena mereka makan pada meja yang sama yaitu isi usus herbivora, dan tidak ada ketergantungan pakan satu dengan lainnya
MUTUALISME
} Mutualisme adalah suatu kehidupan simbiosis yang saling menguntungkan dan biasanya satu sama lain tidak dapat hidup mandiri
} Contoh hubungan antara rayap genus zootermopsis dengan flagellata (Trichonympha agilis)yang hidup disaluran pencernaan rayap. Rayap tidak memiliki enzim selulose sedang flagellata dapat mencerna selulose yang dimakan rayap, sehingga rayap dapat menggunakan selulose sebagai sumber energi dan flagellata mendapatkan lingkungan yang sesuai untuk hidupnya
PARASITISME
} Parasitisme adalah kehidupan simbiosis yang berbeda dengan suatu kehidupan yang bebas. Hidup yang bersifat keparasitan selalu membutuhkan organisme lain (beda spesies-beda filum) sebagai tempat tinggal sementara ataupun selamanya
} Parasit hidup dari jerih payah organisme lain
} Parasitisme adalah suatu sifat kehidupan organisme yang hidup didalam organisme lain untuk tinggal dan menggantungkan pakannya pada organisme lain tersebut
Hiperparasitisme
} Hiperparasitisme adalah simbiosis yang melibatkan lebih dari dua organisme yang berbeda spesies.
} Contoh protozoa Nosema algerae, normalnya adalah parasit nyamuk tetapi protozoa ini juga dapat menjadi hiperparasit dari larva Schistosoma mansoni yang berparasit pada keong Biomphalaria glabrata
} Adanya hiperparasit pada larva tersebut dapat menghambat produksi serkaria
SIMBIOSIS PEMBERSIH
} Simbiosis pembersih adalah suatu kehidupan simbiosis yang eksis dialam dimana simbionnya melakukan aktivitas yang dapat menguntungkan pasangannya
} Terjadi karena simbion memakan ektoparasit, bakteri atau jaringan yang sakit atau terluka dari pasangannya
} Contoh hubungan antara sapi/kerbau dengan burung pemakan kutu kedua hewan tersebut
PARASIT DAN JENIS-JENIS PARASIT
} Parasit adalah organisme yang eksistensi hidupnya tergantung adanya organisme lain yang dikenal sebagai induk semang atau hospes
} Dikenal sejak zaman Aristoteles(384-322SM) dan Hipocrates (460-377SM)
} Redi (1626-1698) seorang Itali menemukan larva didalam daging yang kemudian berkembang menjadi lalat---à mengembangkan ilmu parasit
Berdasarkan Sifat Parasit :
1. Parasit Fakultatif
} Parasit fakultatif adalah organisme yang sebenarnya organisme hidup bebas, tetapi karena kondisi tertentu mengharuskan organisme tersebut hidup sebagai parasit sehingga sifat hidup keparasitannya tidak mutlak
} Contoh : lalat-lalat Sarcophaga, Chrysomyia, Caeophara, dll
} Stadium larvanya normal hidup didalam kotoran ternak, tetapi karena tidak ada kotoran ternak terpaksa lalat bertelur didalam tubuh yang luka sehingga waktu menetas larva menimbulkan miasis yang dijumpai pada sela-sela teracak, bagian kuku atau telinga luar
2. Parasit Obligat
} Parasit obligat adalah semua organisme yang untuk kelangsungan hidup dan eksistensinya mutlak memerlukan hospes
} Contoh : semua organisme patogen
3. Parasit Insidentil
} Parasit insidentil atau parasit sporadis adalah suatu parasit yang karena sesuatu sebab berada pada hospes yang tidak sewajarnya
} Contoh :
} Dipylidium caninum (cacing pita bentuk biji ketimun pada anjing)-à manusia, akibat ada gravid lepas dan merayap keluar melalui anus anjing—dimakan pinjal Ctenocephalus canis/Pulex irritans—telur cacing jadi sisticercoid—masuk usus manusia
} Gongylonema scutum, cacing nematoda pada mulut sapi---mulut manusia
4. Parasit Eratika
} Parasit eratika adalah parasit yang terdapat pada hospes yang wajar tetapi lokasinya pada daerah yang tidak sewajarnya
} Contoh :
} Ascaris lumbricoides, nematoda duodenum manusia dan babi---akibat kelaparan/gerakan antiperistaltik dinding usus---masuk ke lambung atau kantung empedu
} Larva ascaris –migrasi abnormal—saat sampai diparu tidak terbatukkan ---masuk pembuluh darah (pernah kejadian masuk di medulla oblongata kera)
5. Parasit Spuriosa
} Istilah ini menyatakan parasit salah duga
} Terjadi saat diagnose pascamati, misal sebelum mati anjing makan feses sapi mengandung telur cacing Moniezia expansa
Berdasarkan Waktu atau Derajat Keparasitannya
1. Parasit Temporer atau Non Periodik
} Parasit temporer adalah organisme yang sebagian waktu hidupnya harus hidup sebagai parasit dan sisa hidupnya sebagai organisme bebas
} Contoh :
} Nyamuk Anopheles---sebagai parasit penghisap darah pada waktu malam hari yang panas, setelah itu hidup bebas
} Cimex lecticularis (kutu busuk)—15 menit menghisap darah—hidup bebas 1 tahun
} Ornithodorus moubata, caplak babi,kambing,domba,anjing,manusia,kelinci---larva menghisap darah 5-7hari—hidup bebas selama 14 tahun dalam debu/celah-celah gubuk
2. Parasit Stasioner
} Parasit stasioner adalah parasit yang selama satu stadium hidupnya atau selama hidupnya selalu kontak dengan hospesnya
} Ada 2 yaitu : parasit Stasioner periodik dan stasioner permanen
} Contoh:
} 1.Parasit stasioner periodik---larva parasit, dewasa bebas misalnya lalat Gastrophilus sp—lambung kuda—keluar bersama feses—lalat dewasa bebas
} Parasit stasioner periodik---stadium dewasa sebagai parasit, larva hidup bebas,misalnya cacing golongan Strongil (cacing usus herbivora)
} 2. Parasit stasioner permanen (stadium larva sampai dewasa sebagai parasit)
} Contohnya kutu ---telur—larva—nimfa—dewasa dalam satu hospes
} Protozoa darah,plasmodium---dewasa pada nyamuk Anopheles, larvanya pada manusia
Berdasarkan Jumlah Hospesnya
1. Parasit Holoksenosa
} Parasit holoksenosa atau monoksenosa adalah parasit yang dalam siklus hidupnya hanya membutuhkan satu organisme lain sebagai hospes
} Contoh :
} Eimeria, Stongil, kutu
2. Parasit Heteroksenosa
} Parasit heteroksenosa adalah parasit yang dalam siklus hidupnya membutuhkan lebih dari satu organisme lainsebagai hospesnya
} Contoh :
} Babesia motasi—protozoa darah domba membutuhkan caplak dan domba sebagai hospes
} Paragonimus westermani—cacing trematoda paru manusia membutuhkan manusia dan keong (Semisulcospira libertina) atau udang dan kepiting sebagai hospesnya
} Dicrocoelium dendriticum—cacing trematoda kantung empedu domba membutuhkan domba dan keong (Helicella,sp) atau semut (Formica fusca)
Parasit poliksenosa : perlu lebih dari satu hospes namun spesies hospes harus sama, contoh caplak keras keluarga Ixodidae yang berhospes dua atau tiga (vertebrata), kecuali Ixodes ricinus pada anjing yang butuh burung pada stadium larva dan nimfanya
Berdasarkan Lokasi atau Predileksinya
1. Ektoparasit/ectozoa
} Parasit yang hidupnya pada permukaan tubuh hospes atau liang-liang kulit yang masih mempunyai hubungan dengan dunia luar
} Contoh : parasit temporer atau non periodik
} Misalnya nyamuk dan lalat ---Anopheles (manusia), Stomoxys (kuda,sapi)
} Kutu, pinjal, caplak---kutu seperti Pediculus (manusia), Haematopinus (sapi), Lignonathus (sapi,domba,kambing,anjing), pinjal seperti Pulex (tikus), Ctenocephalus(anjing,kucing), caplak seperti Ixodes, Boophilus, Rhiphicephalus (herbivora/karnivora), tungau seperti Sarcoptes,Psoroptes,Chorioptes (herbivora), Demodex (anjing,sapi,manusia),Cnemidocoptes(unggas), Otodectes(kelinci)
2. Endoparasit/entozoon/entoparasit
} Parasit yang berlokasi didalam jaringan tubuh hospesnya
} Contoh
} Lumen saluran pencernaan----cacing nematoda Spirocerca (esofagus anjing), Ascaridia (ayam), Ascaris (babi ,manusia), Neoascaris(sapi),Parascaris (kuda), Toxocara (anjing,kucing), Bunostomum, Haemonchus (sapi,kambing,domba), Strongylus (kuda), Strongyloides (herbivora), Ancylostoma (anjing,manusia)
} Cacing trematoda Paramphistomum (ruminansia), Echinostoma (unggas), Megatonimus, Platynosomum (anjing), Cacing cestoda Taenia (manusia), Moniezia (ruminansia), Railietina,Davaina, Hymenolepis, Choanotaenia (unggas),Diphyllobothrium, Diphylidium (anjing, manusia)
} Dinding saluran pencernaan----Trichostrongylus (ruminansia) dan Tetrameres (unggas)
} Didalam hati ---Fasciola hepatica (sapi), Ophistorchis (anjing,babi,manusia), Eimeria steidae (kelinci), Histomonas (unggas)
} Didalam pankreas---Eurytrema pancreaticum (sapi)
} Saluran pernafasan—Metastrongylus, Dictyocaulus(domba), paragonimus (manusia), Syngamus (ayam)
} Saluran urinasi dan reproduksi---Stephanurus dentatus(babi), Capillaria plica (anjing), Setaria (kantung testis kuda), Prosthogonimus (oviduck dan bursa fabricius ayam), Tritrichomonas foetus(sapi), Trypanosoma equiperdum (kuda)
} Didalam jantung---Dirofillaria (anjing), Dipetalonema (manusia)
} Plasma darah---cacing schistosoma (manusia,sapi), strongylus vulgaris (kuda), trypanosoma (anjing,kuda,ruminansia), larva nematoda Microfilaria (manusia), larva Stephanofilaria (sapi)
} Permukaan sel darah merah---Eperytrozoon (domba)
} Didalam sel darah merah---Plasmodium (kera,manusia,ayam), Haemoproteus, Leucocytozoon (ayam), Babesia (sapi,domba,anjing), Theileria (sapi,domba)
} Didalam sel darah putih---Hepatozoon (anjing)
} Di mata--- Loa-loa (manusia), Thelazia (sapi) , Oxyspirura mansoni (ayam)
} Jaringan kulit---Besnoitia, Sarcocystis(sapi),Leishmania (anjing, manusia)
} Dibawah kulit/subcutan---Onchocerca gibsoni (manusia), Stephanofilaria (sapi)
} Didalam otot seran lintang---larva cacing pita Taenia solium/cycticercus selulose (babi), larva cacing Taenia saginata/cysticercus bovis (sapi), larva Trichinella spiralis
} Didalam otak---sista toxoplasma (berbagai hewan), Neospora (anjing)
} Air susu---larva ancylostoma (anjing)
Berdasarkan Pengaruhnya terhadap Hospes
} Parasitiasis : kondisi hospes yang mengandung parasit tapi tidak menimbulkan sakit
} Parasitosis : kondisi hospes yang mengandung parasit dan menimbulkan gejala sakit karena parasit tersebut
} Ada 3 golongan parasit :
} 1. Parasit patogen : Plasmodium falciparum, Theileria parva, Trypanosoma evansi, Babesia bigemina, Leishmania donovani
} 2. Parasit kurang patogen : Fasciola hepatica, Fasciola gigantica, Haemonchus contortus, Bunostomum,sp.
} 3. Parasit tidak patogen : Ascaris lumbricoides
} Penggolongan ini tidak jelas batasnya karena dipengaruhi oleh faktor kepekaan hospes, kondisi hospes, jumlah parasit
Berdasarkan Klasifikasi Hewan
} 1. Uniseluler parasit
} Kebanyakan hewan bersel satu hidup sebagai parasit
} Contoh :
} Filum Sarcomastigophora : Trypanosoma, Trichomonas, Tritrichomonas, Histomonas, Giardia
} Filum Apicomplexa : Hepatozoon, Eimeria, Isospora, Cryptosporidia, Toxoplasma, Sarcocystis, Besnoitia, Hammondia, Plasmodium, Haemoproteus, Leucocytozoon, Babesia, Theileria
} Filum Microspora : Encephalotozoon (otak&ginjal kelinci,tikus, marmut,anjing,hamster), Myxozoa(ikan)
} Filum Cilliophora : Balantidium
} 2. Multiseluler parasit
} Kebanyakan hewan-hewan inverterbrata
} Contoh :
} Filum nemathelminthes : Ascaris,Ancylostoma, Haemonchus, Spirocerca
} Filum Plathyhelminthes : Taenia, Railietina,Fasciola, Eurytrema,Paramphistomum
} Filum Crustacea : ordo Isopoda, ordo Amphipoda, Decapoda (parasit pada aquatik)
} Vertebrata yang hidup sebagai parasit contohnya ikan siluriformis (Branchioica dan Vandellia) hidup pada insang ikan lain—menghisap darah
HOSPES DAN JENISNYA
} Hospes atau induk semang adalah hewan tempat parasit harus tinggal atau kontak sementara atau selamanya demi kelangsungan hidup parasit
} Parasit tampaknya selalu tidak diharapkan oleh hospesnya yang dimanifestasikan adanya respon negatif, seperti respon seluler atau humoral
Hospes Definitif
} Hospes tempat parasit melakukan reproduksi seksual dan dari hospes tersebut muncul fase dispersi dari parasit
} Contoh :
} Sapi—hospes definitif beberapa cacing strongil. Sapi terinfeksi oleh stadium infektif cacing strongil dalam bentuk L3. Didalam tubuh sapi L3 berkembang menjadi L4-L5 lalu menjadi cacing dewasa. Lalu cacing jantan dan betina kawin dimana cacing betina menghasilkan telur yang akan dikeluarkan bersama feses.Telur tersebut adalah fase dispersi dari cacing strongil
} Kucing—adalah satu-satunya hospes definitif dari Toxoplasma gondii, fase dispersinya oosista
} Nyamuk Anopheles—hospes definitif Plasmodium, fase dispersinya sporozoit
Hospes Intermedier
} Hospes tempat parasit hidup dan berkembang termasuk reproduksi aseksual sampai menjadi stadium infektif terhadap hospes definitifnya
} Contoh :
} 1. Lymnea rubigenosa-keong,hospes intermedier cacing trematoda Fasciola gigantica
} 2. Babi-hospes intermedier Taenia solium
} 3. Pinjal Ctenocephalides canis-hospes intermedier cacing Diphylidium caninum
Hospes Paratenik
} Hospes paratenik adalah hospes tambahan yang biasanya merupakan bagian dari rantai pakan hospes definitifnya
} Menguntungkan bagi parasit karena mempersingkat waktu parasit menemukan hospes definitifnya
} Biasanya berada antara stadium infektif parasit dengan hospes definitifnya atau antara hospes intermedier parasit dengan hospes definitifnya
} Contoh : cacing tanah
} Cacing tanah merupakan hospes paratenik bagi cacing Syngamus trachealis
} Stadium infektif cacing Syngamus adalah telurnya yang mengandung L2---dimakan ayam—menetas diusus ayam-larva menembus usus lewat peredaran darah—dewasa di trakea.
} Bisa juga telur tidak langsung dimakan ayam tapi termakan cacing tanah(membentuk sistaL3)---dimakan ayam
CARA PARASIT MERUGIKAN HOSPESNYA
} Faktor yang mempengaruhi berat ringannya kerusakan hospes antara lain :
} Faktor parasit—spesies, jumlah parasit
} Faktor hospes– muda, dewasa, jenis kelamin, kondisi tubuh seperti lelah,lapar
} Faktor eksternal—kondisi lingkungan dan manajemen
Menghisap Pakan Hospesnya
} Contoh cacing-cacing ascaris, neoascaris, parascaris, toxocara, dll menghisap pakan hospesnya yang ada dalam usus selagi pakan itu dicerna dalam saluran pencernaan hospes. Trypanosoma, yang merupakan parasit darah menghisap glukosa darah sebagai sumber energinya
Menghisap Darah,Cairan Tubuh atau Memakan Jaringan Tubuh Hospes
} Contoh Arthropoda parasit penghisap darah atau cairan tubuh setelah melukai kulit hospesnya
} Caranya dengan menusuk kulit hospes dengan probosisnya (lalat, nyamuk),menggigit dengan chelicera (caplak)
} Cacing Haemonchus, Ancylostoma sangat rakus—walau sudah kenyang masih tetap menghisap sehingga banyak darah mengucur dan hospes banyak kehilangan darah
} Chabertia ovina selain menghisap darah juga memakan mukosa usus
} Cacing hati selain menghisap cairan empedu juga merusak dan memakan jaringan dinding saluran empedu
} Tungau selain menghisap juga merusak dan memakan jaringan kulit
} Dioctophyma renale (anjing) dan Stephanurus dentatus merusak jaringan ginjal dan dinding vesica urinaria
} Berbagai parasit darah biasanya merusak sel yang ditempati
Menimbulkan Gangguan Mekanik
} Contoh: cacing seperti Dirofillaria immitis, Dipetalonema sp. dalam jumlah yang banyak dapat mengumpul dalam jantung ventrikel kanan sehingga dapat menyumbat aliran darah ke paru—hospes bisa pingsan karena kurang oksigen
} Larva filaria dapat menyumbat vena dan pembuluh limfe dikaki bagian bawah—perembesan cairan limfe keluar pembuluh—kaki bengkak—kaki gajah
} Cacing hati dewasa dapat menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga cairan empedu terserap oleh jaringan ---penyakit kuning
} Cacing ascaris, ascaridia galli dan cacing pita terutama pada ayam dalam jumlah besar akan menyebabkan sumbatan dan pecahnya dinding usus
} Coenurus cerebralis dapat mengakibatkan tekanan pada otak sehingga menimbulkan gangguan saraf
} Strongylus vulgaris dapat menyumbat vena mesenterium –aneurisma(pelebaran pembuluh darah) dan kolik (sakit perut)
Menimbulkan Radang
} Radang adalah perubahan jaringan yang ditandai adanya rasa sakit (dolor), panas (kalor), kemerahan (rubor), bengkak (tumor) dan diikuti rusaknya fungsi seluruh atau sebagian jaringan yang berubah tersebut
} Radang karena parasit muda biasanya akut
} Radang karena parasit dewasa biasanya kronis dan menyebabkan perlekatan parasit (cacing gelembung), pengerasan (sirosis oleh cacing hati), eksudasi (cacing gastrointestinal), granulomatosa (cacing Capillaria hepatica), serosis/keluarnya cairan serosa akibat ektoparasit kulit, nekrosis (Trichinella), pernanahan supuratif (Demodex)
Mempermudah Masuknya Mikroorganisme Lain
} Kerusakan kulit akibat luka gigitan atau tusukan parasit merupakan port d’entre mikroorganisme yang lain.
} Contoh Tungau---kulit—rusak—bakteri pembuat nanah masuk
} Luka-luka dinding usus
} Kerusakan jaringan akibat migrasi cacing
Meningkatkan Sensitivitas Hospes
} Beberapa parasit memproduksi racun yang merugikan hospes seperti plasmodium, trypanosoma menyebabkan sempoyongan pada kuda, tidur atau lemah saraf pada manusia
} Dibothriocephalus latus dan ascaris menyebabkan histeris pada anjing dan manusia
} Gigitan nyamuk dan caplak menyebabkan gejala urtikaria, asma, lumpuh caplak
Menyebabkan Penyebaran Parasit Dari Satu Hewan ke Hewan Lain
} Parasit temporer /non periodik seperti arthropoda—penggigit,penghisap/penusuk—hospes antara bagi agen patogen lain
} Arthropod borne disease
Menurunkan Ketahanan Tubuh Hospes
} Parasit temporer/ non periodik berperan sebagai perantara penyebaran mikroorganisme lain---gangguan ketenangan hospes---kelelahan hospes---daya tahan tubuh turun---hospes mudah terserang penyakit