Welcome To Veterinary's World

Jumat, 23 September 2011

Parasitologi (Sesi 2-Pengantar Parasitologi)

PENGANTAR PARASITOLOGI
22 September 2011

SIMBIOSIS DAN PARASITISME
}  Parasitologi adalah cabang ilmu biologi yang membatasi diri untuk mempelajari organisme yang hidupnya tergolong bersifat parasitisme yaitu parasit
}  Kehidupan yang tergolong parasitisme adalah kehidupan yang melibatkan dua organisme yang berbeda (heterospesifik). Perbedaan tersebut bisa pada tingkat spesies, ordo, kelas dan bahkan pada tingkat filumnya
}  Semua kehidupan yang melibatkan dua organisme yang berbeda atau hubungan yang bersifat heterospesifik dikenal sebagai hubungan simbiosis (simboun= hidup bersama)
Macam-macam simbiosis :
EPIBIOSA
}  Epibiosa adalah suatu model kehidupan simbiosis yang sangat sederhana
}  Pada kehidupan model ini, hubungan kedua organisme sangat longgar karena satu organisme hanya merupakan support saja dari epibion
}  Berdasarkan jenis supportnya kita mengenal berbagai model simbiosis epibiotik
1. Epifit
}  Epifit adalah simbiosis epibiotik yang supportnya adalah golongan tumbuhan
}  Epifit vegetal, contoh : anggur
}  Epifit animal, contoh : sejenis cacing (annelida polychaeta serpulidae) yang menempel pada tumbuhan laut
2. Epizoa
}  Epizoa adalah simbiosis epibiotik yang supportnya adalah golongan hewan
}  Epizoa vegetal, contoh algae yang melekat pada permukaan kulit udang
}  Epizoa animal, contoh ciriped yang melekat pada permukaan kulit kepiting

FORESI
}  Foresi merupakan suatu kehidupan simbiosis yang foretiknya seperti epibion temporer dan supportnya mobile tetapi hubungan foretik dan pasangannya tampaknya lebih erat daripada hubungan simbiosis epibiotik
Contoh Simbiosis Foretik :
1. Simbiosis foretik pada stadium larva
}  Contoh : Hubungan antara larva Epicardi yang disebut mikronisien yang menempel pada tubuh Copepoda planktonik
}  Pada hubungan ini tampaknya mikronisien mempunyai kepentingan ekologik, karena larva tersebut tidak mampu berenang dalam waktu yang lama sehingga dengan melekatkan diri pada Copepoda, larva tersebut dapat meningkatkan jangkauan penyebarannya. Namun demikian, pasangannya hanya merupakan transport yang sederhana karena selama kehidupan  foretiknya, mikronisien tersebut tidak makan
}  2. Simbiosis foretik pada stadium dewasa
}  Contoh : pada kasus sejenis acarina gamasit (yang hidup pada feses herbivora dan makan miselium jamur yang tumbuh pada feses  tersebut) dengan Coleopter (kumbang) yang hidup pada feses tersebut
}  Karena hidup bersama pada feses tersebut, acarian sering menempel pada kaki atau bulu sayap kumbang, sehingga dengan cara menempelkan diri tersebut acarian dapat pindah bersamaan dengan pindahnya kumbang dan dapat menemukan feses herbivora lainnya. Jadi simbiosis tersebut lebih bersifat ekologik pakan. Namun demikian, acarian tidak makan pada kumbang dan tidak ada kompetisi interspesifik didalam feses karena niche ekologiknya berbeda
}  Contoh lain adalah hubungan antara jenis ikan genus Echenis (golongan Teleosteon) dengan ikan besar seperti ikan hiu.
}  Ikan Echenis menempel pada kulit ikan hiu dan mengikuti gerakan atau penyebarannya.
}  Ikan Echenis memakan sisa-sisa pakan transporternya yang jatuh berserakan pada saat transporter merobek-robek mangsanya. Disini terlihat sedikit ketergantungan foretik akan nutrisi atau pakan terhadap transporternya, sehingga dapat dikatakan sebagai batas antara simbiosis foretik dengan simbiosis komensalisme

INQUILINISME
}  Inquilinisme adalah suatu kehidupan simbiosis dimana suatu inquilin memanfaatkan rongga-rongga alami organisme lain sebagai tempat berteduh
}  Hubungan ini tampak sederhana, namun lebih dekat daripada simbiosis foretik
}  Dikenal dengan simbiosis endoforesis
Contohnya :
}  1. Hubungan antara sejenis ikan genus Firasfer dan Holoturique.
}  Ikan firasfer hidup didalam kloaka Holoturique dimana ikan bisa masuk karena ekornya yang kecil memanjang. Disini tidak ada kompetisi nutrisi antara firasfer dengan holoturique karena yang satu pemakan sisa-sisa, yang lain karnivora
}  2. Hubungan antara sejenis udang Amphipoda yaitu Perierella andoniniana yang hidup dalam kantung kanal Suberites carnosus(sejenis bunga karang)
}  Hubungan ini agak spesifik karena adanya Amphipoda dalam kantung kanal menyebabkan penebalan dinding kanal sehingga hubungan lebih bersifat inquilinisme

KOMENSALISME
}  Komensalisme adalah suatu kehidupan simbiosis yang tidak menimbulkan kerugian satu sama lainnya tapi juga tidak perlu salah satunya beruntung.
}  Komensalisme dapat juga berarti makan pada meja yang sama
Contohnya :
}  1. Hubungan antara anemon (Coelenterata) laut tropis dan sejenis ikan yang disebut Amphiprion percula (clownfish)
}  Ikan amphiprion tersebut hidup didaerah tentakel anemon. Keduanya memakan pakan yang ada disekitar anemon, tampaknya disini ada sharing pakan antara anemon dan ikan tersebut.
}  Sebetulnya anemon dalam memperoleh pakannya menggunakan sengatan nematosista yang ada pada tentakelnya  dan dapat membahayakan ikan Amphiprion yang hidup disitu, tetapi ikan memiliki kemampuan mengeluarkan mukus yang melindungi tubuhnya dari sengatan nematosista sehingga keduanya dapat hidup bersama
}  2. Hubungan antara fauna dalam usus herbivora  juga dapat digolongkan dalam simbiosis komensalisme karena mereka makan pada meja  yang sama yaitu isi usus herbivora, dan tidak ada ketergantungan pakan satu dengan lainnya

MUTUALISME
}  Mutualisme adalah suatu kehidupan simbiosis yang saling menguntungkan  dan biasanya satu sama lain tidak dapat hidup mandiri
}  Contoh hubungan antara rayap genus zootermopsis dengan flagellata (Trichonympha agilis)yang hidup disaluran pencernaan rayap. Rayap tidak memiliki enzim selulose sedang flagellata dapat mencerna selulose yang dimakan rayap, sehingga rayap dapat menggunakan selulose sebagai sumber energi dan flagellata mendapatkan lingkungan yang sesuai untuk hidupnya

PARASITISME
}  Parasitisme adalah kehidupan simbiosis yang berbeda dengan suatu kehidupan yang bebas. Hidup yang bersifat keparasitan selalu membutuhkan organisme lain (beda spesies-beda filum) sebagai tempat tinggal sementara ataupun selamanya
}  Parasit hidup dari jerih payah organisme lain
}  Parasitisme adalah suatu sifat kehidupan organisme yang hidup didalam organisme lain untuk tinggal dan menggantungkan pakannya pada organisme lain tersebut
Hiperparasitisme
}  Hiperparasitisme adalah simbiosis yang melibatkan lebih dari dua organisme yang berbeda spesies.
}  Contoh protozoa Nosema algerae, normalnya adalah parasit nyamuk tetapi protozoa ini juga dapat menjadi hiperparasit dari larva Schistosoma mansoni yang berparasit pada keong Biomphalaria glabrata
}  Adanya hiperparasit pada larva tersebut  dapat menghambat produksi serkaria

SIMBIOSIS PEMBERSIH
}  Simbiosis pembersih adalah suatu kehidupan simbiosis yang eksis dialam dimana simbionnya melakukan aktivitas yang dapat menguntungkan pasangannya
}  Terjadi karena simbion memakan ektoparasit, bakteri atau jaringan yang sakit atau terluka dari pasangannya
}  Contoh hubungan antara sapi/kerbau dengan burung pemakan kutu kedua hewan tersebut


PARASIT DAN JENIS-JENIS PARASIT
}  Parasit adalah organisme yang eksistensi hidupnya tergantung adanya organisme lain yang dikenal sebagai induk semang atau hospes
}  Dikenal sejak zaman Aristoteles(384-322SM) dan Hipocrates (460-377SM)
}  Redi (1626-1698) seorang Itali menemukan larva didalam daging yang kemudian berkembang menjadi lalat---à mengembangkan ilmu parasit

Berdasarkan Sifat Parasit :
1. Parasit Fakultatif
}  Parasit fakultatif adalah organisme yang sebenarnya organisme hidup bebas, tetapi karena kondisi tertentu mengharuskan organisme tersebut hidup sebagai parasit sehingga sifat hidup keparasitannya tidak mutlak
}  Contoh : lalat-lalat Sarcophaga, Chrysomyia, Caeophara, dll
}  Stadium larvanya normal hidup didalam kotoran ternak, tetapi karena tidak ada kotoran ternak terpaksa lalat bertelur didalam tubuh yang luka sehingga waktu menetas larva menimbulkan miasis yang dijumpai pada sela-sela teracak, bagian kuku atau telinga luar
2. Parasit Obligat
}  Parasit obligat adalah semua organisme yang untuk kelangsungan hidup dan eksistensinya mutlak memerlukan hospes
}  Contoh : semua organisme patogen
3. Parasit Insidentil
}  Parasit insidentil atau parasit sporadis adalah suatu parasit yang karena sesuatu sebab berada pada hospes yang tidak sewajarnya
}  Contoh :
}  Dipylidium caninum (cacing pita bentuk biji ketimun pada anjing)-à manusia, akibat ada gravid lepas dan merayap keluar melalui anus anjing—dimakan pinjal Ctenocephalus canis/Pulex irritans—telur cacing jadi sisticercoid—masuk usus manusia
}  Gongylonema scutum, cacing nematoda pada mulut sapi---mulut manusia
4. Parasit Eratika
}  Parasit eratika adalah parasit yang terdapat pada hospes yang wajar tetapi lokasinya pada daerah yang tidak sewajarnya
}  Contoh :
}  Ascaris lumbricoides, nematoda duodenum manusia dan babi---akibat kelaparan/gerakan antiperistaltik dinding usus---masuk ke lambung atau kantung empedu
}  Larva ascaris –migrasi abnormal—saat sampai diparu tidak terbatukkan ---masuk pembuluh darah (pernah kejadian masuk di medulla oblongata kera)
5. Parasit Spuriosa
}  Istilah ini menyatakan parasit salah duga
}  Terjadi saat diagnose pascamati, misal sebelum mati anjing makan feses sapi mengandung telur cacing Moniezia expansa

Berdasarkan Waktu atau Derajat Keparasitannya
1. Parasit Temporer atau Non Periodik
}  Parasit temporer adalah organisme yang sebagian waktu hidupnya harus hidup sebagai parasit dan sisa hidupnya sebagai organisme bebas
}  Contoh :
}  Nyamuk Anopheles---sebagai parasit penghisap darah pada waktu malam hari yang panas, setelah itu hidup bebas
}  Cimex lecticularis (kutu busuk)—15 menit menghisap darah—hidup bebas 1 tahun
}  Ornithodorus moubata, caplak babi,kambing,domba,anjing,manusia,kelinci---larva menghisap darah 5-7hari—hidup bebas selama 14 tahun dalam debu/celah-celah gubuk
2. Parasit Stasioner
}  Parasit stasioner adalah parasit yang selama satu stadium hidupnya atau selama hidupnya selalu kontak dengan hospesnya
}  Ada 2 yaitu : parasit Stasioner periodik dan stasioner permanen
}  Contoh:
}  1.Parasit stasioner periodik---larva parasit, dewasa bebas misalnya lalat Gastrophilus sp—lambung kuda—keluar bersama feses—lalat dewasa bebas
}  Parasit stasioner periodik---stadium dewasa sebagai parasit, larva hidup bebas,misalnya cacing golongan Strongil (cacing usus herbivora)
}  2. Parasit  stasioner permanen (stadium larva sampai dewasa sebagai parasit)
}  Contohnya kutu ---telur—larva—nimfa—dewasa  dalam satu hospes
}  Protozoa darah,plasmodium---dewasa pada nyamuk Anopheles, larvanya pada manusia

Berdasarkan Jumlah Hospesnya
1. Parasit Holoksenosa
}  Parasit holoksenosa atau monoksenosa adalah parasit yang dalam siklus hidupnya hanya membutuhkan satu organisme lain sebagai hospes
}  Contoh :
}  Eimeria, Stongil, kutu
2. Parasit Heteroksenosa
}  Parasit heteroksenosa adalah parasit yang dalam siklus hidupnya membutuhkan lebih dari satu organisme lainsebagai hospesnya
}  Contoh :
}  Babesia motasi—protozoa darah domba membutuhkan caplak dan domba sebagai hospes
}  Paragonimus westermani—cacing trematoda paru manusia membutuhkan manusia dan keong (Semisulcospira libertina) atau udang dan kepiting sebagai hospesnya
}  Dicrocoelium dendriticum—cacing trematoda kantung empedu domba membutuhkan domba dan keong (Helicella,sp) atau semut (Formica fusca)
Parasit poliksenosa : perlu lebih dari satu hospes namun spesies hospes harus sama, contoh caplak keras keluarga Ixodidae yang berhospes dua atau tiga (vertebrata), kecuali Ixodes ricinus pada anjing yang butuh burung pada stadium larva dan nimfanya

Berdasarkan Lokasi atau Predileksinya
1. Ektoparasit/ectozoa
}  Parasit yang hidupnya pada permukaan tubuh hospes atau liang-liang kulit yang masih mempunyai hubungan dengan dunia luar
}  Contoh : parasit temporer atau non periodik
}  Misalnya nyamuk dan lalat ---Anopheles (manusia), Stomoxys (kuda,sapi)
}  Kutu, pinjal, caplak---kutu seperti Pediculus (manusia), Haematopinus (sapi), Lignonathus (sapi,domba,kambing,anjing), pinjal seperti Pulex (tikus), Ctenocephalus(anjing,kucing), caplak seperti Ixodes, Boophilus, Rhiphicephalus (herbivora/karnivora), tungau seperti Sarcoptes,Psoroptes,Chorioptes (herbivora), Demodex (anjing,sapi,manusia),Cnemidocoptes(unggas), Otodectes(kelinci)
2. Endoparasit/entozoon/entoparasit
}  Parasit yang berlokasi didalam jaringan tubuh hospesnya
}  Contoh
}  Lumen saluran pencernaan----cacing nematoda Spirocerca (esofagus anjing), Ascaridia (ayam), Ascaris (babi ,manusia), Neoascaris(sapi),Parascaris (kuda), Toxocara (anjing,kucing), Bunostomum, Haemonchus (sapi,kambing,domba), Strongylus (kuda), Strongyloides  (herbivora), Ancylostoma (anjing,manusia)
}  Cacing trematoda Paramphistomum (ruminansia), Echinostoma (unggas), Megatonimus, Platynosomum (anjing), Cacing cestoda  Taenia (manusia), Moniezia (ruminansia), Railietina,Davaina, Hymenolepis, Choanotaenia (unggas),Diphyllobothrium,  Diphylidium (anjing, manusia)
}  Dinding saluran pencernaan----Trichostrongylus (ruminansia) dan Tetrameres (unggas)
}  Didalam hati ---Fasciola hepatica (sapi), Ophistorchis (anjing,babi,manusia), Eimeria steidae (kelinci), Histomonas (unggas)
}  Didalam pankreas---Eurytrema pancreaticum (sapi)
}  Saluran pernafasan—Metastrongylus, Dictyocaulus(domba), paragonimus (manusia), Syngamus (ayam)
}  Saluran urinasi dan reproduksi---Stephanurus dentatus(babi), Capillaria plica (anjing), Setaria (kantung testis kuda), Prosthogonimus (oviduck dan bursa fabricius ayam), Tritrichomonas foetus(sapi), Trypanosoma equiperdum (kuda)
}  Didalam jantung---Dirofillaria (anjing), Dipetalonema (manusia)
}  Plasma darah---cacing schistosoma (manusia,sapi), strongylus vulgaris (kuda), trypanosoma (anjing,kuda,ruminansia), larva nematoda Microfilaria (manusia), larva Stephanofilaria (sapi)
}  Permukaan sel darah merah---Eperytrozoon (domba)
}  Didalam sel darah merah---Plasmodium (kera,manusia,ayam), Haemoproteus, Leucocytozoon (ayam), Babesia (sapi,domba,anjing), Theileria (sapi,domba)
}  Didalam sel darah putih---Hepatozoon (anjing)
}  Di mata--- Loa-loa (manusia), Thelazia (sapi) , Oxyspirura mansoni (ayam)
}  Jaringan kulit---Besnoitia, Sarcocystis(sapi),Leishmania (anjing, manusia)
}  Dibawah kulit/subcutan---Onchocerca gibsoni (manusia), Stephanofilaria (sapi)
}  Didalam otot seran lintang---larva cacing pita Taenia solium/cycticercus selulose (babi), larva cacing Taenia saginata/cysticercus bovis (sapi), larva Trichinella spiralis
}  Didalam otak---sista toxoplasma (berbagai hewan), Neospora (anjing)
}  Air susu---larva ancylostoma (anjing)

Berdasarkan Pengaruhnya terhadap Hospes
}  Parasitiasis : kondisi hospes yang mengandung parasit tapi tidak menimbulkan sakit
}  Parasitosis : kondisi hospes yang mengandung parasit  dan menimbulkan gejala sakit  karena parasit tersebut
}  Ada 3 golongan parasit :
}  1. Parasit patogen : Plasmodium falciparum, Theileria parva, Trypanosoma evansi, Babesia bigemina, Leishmania donovani
}  2. Parasit kurang patogen : Fasciola hepatica, Fasciola gigantica, Haemonchus contortus, Bunostomum,sp.
}  3. Parasit tidak patogen : Ascaris lumbricoides
}  Penggolongan ini tidak jelas batasnya karena dipengaruhi oleh faktor kepekaan hospes, kondisi hospes, jumlah parasit

Berdasarkan Klasifikasi Hewan
}  1. Uniseluler parasit
}  Kebanyakan hewan bersel satu hidup sebagai parasit
}  Contoh :
}  Filum Sarcomastigophora : Trypanosoma, Trichomonas, Tritrichomonas, Histomonas, Giardia
}  Filum Apicomplexa : Hepatozoon, Eimeria, Isospora, Cryptosporidia, Toxoplasma, Sarcocystis, Besnoitia, Hammondia, Plasmodium, Haemoproteus, Leucocytozoon, Babesia, Theileria
}  Filum Microspora : Encephalotozoon (otak&ginjal kelinci,tikus, marmut,anjing,hamster), Myxozoa(ikan)
}  Filum Cilliophora : Balantidium
}  2. Multiseluler parasit
}  Kebanyakan hewan-hewan inverterbrata
}  Contoh :
}  Filum nemathelminthes : Ascaris,Ancylostoma, Haemonchus, Spirocerca
}  Filum Plathyhelminthes : Taenia, Railietina,Fasciola, Eurytrema,Paramphistomum
}  Filum Crustacea : ordo Isopoda, ordo Amphipoda, Decapoda (parasit pada aquatik)
}  Vertebrata yang hidup sebagai parasit contohnya ikan siluriformis (Branchioica dan Vandellia) hidup pada insang ikan lain—menghisap darah


HOSPES DAN JENISNYA
}  Hospes atau induk semang adalah hewan tempat parasit harus tinggal atau kontak sementara atau selamanya demi kelangsungan hidup parasit
}  Parasit tampaknya selalu tidak diharapkan oleh hospesnya yang dimanifestasikan adanya respon negatif, seperti respon seluler atau humoral
Hospes Definitif
}  Hospes tempat parasit melakukan reproduksi seksual dan dari hospes tersebut muncul fase dispersi dari parasit
}  Contoh :
}  Sapi—hospes definitif beberapa cacing strongil. Sapi terinfeksi oleh stadium infektif cacing strongil dalam bentuk L3. Didalam tubuh sapi L3 berkembang menjadi L4-L5  lalu menjadi cacing dewasa. Lalu cacing jantan dan betina kawin dimana cacing betina menghasilkan telur yang akan dikeluarkan bersama feses.Telur tersebut adalah fase dispersi dari cacing strongil
}  Kucing—adalah satu-satunya hospes definitif dari Toxoplasma gondii, fase dispersinya oosista
}  Nyamuk Anopheles—hospes definitif Plasmodium, fase dispersinya sporozoit
Hospes Intermedier
}  Hospes tempat parasit hidup dan berkembang termasuk reproduksi aseksual sampai menjadi stadium infektif terhadap hospes definitifnya
}  Contoh :
}  1. Lymnea rubigenosa-keong,hospes intermedier cacing trematoda Fasciola gigantica
}  2. Babi-hospes intermedier Taenia solium
}  3. Pinjal Ctenocephalides canis-hospes intermedier cacing Diphylidium caninum
Hospes Paratenik
}  Hospes paratenik adalah hospes tambahan yang biasanya merupakan bagian dari rantai pakan hospes definitifnya
}  Menguntungkan bagi parasit karena mempersingkat waktu parasit menemukan hospes definitifnya
}  Biasanya berada antara stadium infektif parasit dengan hospes definitifnya atau antara hospes intermedier parasit dengan hospes definitifnya
}  Contoh : cacing tanah
}  Cacing tanah merupakan hospes paratenik bagi cacing Syngamus  trachealis
}  Stadium infektif cacing Syngamus adalah telurnya yang mengandung L2---dimakan ayam—menetas diusus ayam-larva menembus usus lewat peredaran darah—dewasa di trakea.
}  Bisa juga telur tidak langsung dimakan ayam tapi termakan cacing tanah(membentuk sistaL3)---dimakan ayam


CARA PARASIT MERUGIKAN HOSPESNYA
}  Faktor yang mempengaruhi berat ringannya kerusakan hospes antara lain :
}  Faktor parasit—spesies, jumlah parasit
}  Faktor hospes– muda, dewasa, jenis kelamin, kondisi tubuh seperti lelah,lapar
}  Faktor eksternal—kondisi lingkungan dan manajemen
Menghisap Pakan Hospesnya
}  Contoh cacing-cacing ascaris, neoascaris, parascaris, toxocara, dll menghisap pakan hospesnya yang ada dalam usus selagi pakan itu dicerna dalam saluran pencernaan hospes. Trypanosoma, yang merupakan parasit darah menghisap glukosa darah sebagai sumber energinya
Menghisap Darah,Cairan Tubuh atau Memakan Jaringan Tubuh Hospes
}  Contoh Arthropoda parasit penghisap darah atau cairan tubuh setelah melukai kulit hospesnya
}  Caranya dengan menusuk kulit hospes dengan probosisnya (lalat, nyamuk),menggigit dengan chelicera (caplak)
}  Cacing Haemonchus, Ancylostoma sangat rakus—walau sudah kenyang masih tetap menghisap sehingga banyak darah mengucur dan hospes banyak kehilangan darah
}  Chabertia ovina selain menghisap darah juga memakan mukosa usus
}  Cacing hati selain menghisap cairan empedu juga merusak dan memakan jaringan dinding saluran empedu
}  Tungau selain menghisap juga merusak dan memakan jaringan kulit
}  Dioctophyma renale (anjing) dan Stephanurus dentatus merusak jaringan ginjal dan dinding vesica urinaria
}  Berbagai parasit  darah biasanya merusak sel yang ditempati
Menimbulkan Gangguan Mekanik
}  Contoh: cacing seperti Dirofillaria immitis, Dipetalonema sp. dalam jumlah yang banyak dapat mengumpul dalam jantung ventrikel kanan sehingga dapat menyumbat aliran darah ke paru—hospes bisa pingsan karena kurang oksigen
}  Larva filaria dapat menyumbat vena dan pembuluh limfe dikaki bagian bawah—perembesan cairan limfe keluar pembuluh—kaki bengkak—kaki gajah
}  Cacing hati dewasa  dapat menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga cairan empedu terserap oleh jaringan ---penyakit kuning
}  Cacing ascaris, ascaridia galli dan cacing pita terutama pada ayam dalam jumlah besar akan menyebabkan sumbatan dan pecahnya dinding usus
}  Coenurus cerebralis dapat mengakibatkan tekanan pada otak sehingga menimbulkan gangguan saraf
}  Strongylus vulgaris dapat menyumbat vena mesenterium –aneurisma(pelebaran pembuluh darah) dan kolik (sakit perut)
Menimbulkan Radang
}  Radang adalah perubahan jaringan yang ditandai adanya rasa sakit (dolor), panas (kalor), kemerahan (rubor), bengkak (tumor) dan diikuti rusaknya fungsi seluruh atau sebagian jaringan yang berubah tersebut
}  Radang karena parasit muda biasanya akut
}  Radang karena parasit dewasa biasanya kronis dan menyebabkan perlekatan parasit (cacing gelembung), pengerasan (sirosis oleh cacing hati), eksudasi (cacing gastrointestinal), granulomatosa (cacing Capillaria hepatica), serosis/keluarnya cairan serosa akibat ektoparasit kulit, nekrosis (Trichinella), pernanahan  supuratif (Demodex)
Mempermudah Masuknya Mikroorganisme Lain
}  Kerusakan kulit akibat luka gigitan atau tusukan parasit merupakan port d’entre mikroorganisme yang lain.
}  Contoh Tungau---kulit—rusak—bakteri  pembuat nanah masuk
}  Luka-luka dinding usus
}  Kerusakan jaringan akibat migrasi cacing
Meningkatkan Sensitivitas Hospes
}  Beberapa parasit memproduksi racun yang merugikan hospes seperti plasmodium, trypanosoma menyebabkan sempoyongan pada kuda, tidur atau lemah saraf pada manusia
}  Dibothriocephalus latus dan ascaris menyebabkan histeris pada anjing dan manusia
}  Gigitan nyamuk dan caplak menyebabkan gejala urtikaria, asma, lumpuh caplak
Menyebabkan Penyebaran Parasit Dari Satu Hewan ke Hewan Lain
}  Parasit  temporer /non periodik seperti arthropoda—penggigit,penghisap/penusuk—hospes antara bagi agen patogen lain
}  Arthropod borne disease
Menurunkan Ketahanan Tubuh Hospes
}  Parasit temporer/ non periodik berperan sebagai perantara penyebaran mikroorganisme lain---gangguan ketenangan hospes---kelelahan hospes---daya tahan tubuh turun---hospes mudah terserang penyakit



Selasa, 20 September 2011

Fisiologi Hewan-(sesi 2 : Fisiologi Sel Hewan)

FISIOLOGI SEL HEWAN

Fisiologi sel adalah suatu bidang yang sangat luas, mencakup semua fungsi sel secara menyeluruh. Mencakup pula perubahan-perubahan fisika dan kimia yang terjadi pada fungsi-fungsi secara normal, termasuk terapan hukum fisika kimia mengenai sel-sel hidup.

Ciri-Ciri Kehidupan
Sel merupakan satuan fungsional pada semua sel hewan yang hidup. Satuan mendasar tersebut akhirnya akan membentuk semua jaringan, organ dan system. Oleh karena itu ciri-ciri sel sama seperti ciri-ciri kehidupan, yang meliputi tumbuh, reproduksi, absorpsi, metabolism, ekskresi, sekresi, iritabilitas, konduktivitas dan kontraktilitas. Konduktivitas dan kontraktilitas bukan merupakan ciri semua sel, tetapi merupakan ciri khusus sel neuron dan sel muskulus
Tumbuh menunjukkan adanya kenaikan ukuran, biasanya karena adanya penambahan jumlah protoplasma. Hipertrofi adalah kenaikan ukuran sel atau organ diluar batas normal, kebalikannya adalah atrofi. Sedangkan kegagalan perkembangan jaringan atau organ dikenal sebagai aplasia, dan perkembangan yang kurang sempurna pada jaringan atau organ disebut hipoplasia
Reproduksi sel atau organism merupakan kemampuan untuk menghasilkan sel-sel atau organism yang mirip aslinya. Kenaikan ukuran suatu struktur karena adanya kenaikan jumlah sel disebut hyperplasia
Absorpsi menunjukkan proses pengambilan bahan-bahan terlarut untuk dimasukkan ke dalam substansia sel. Proses tersebut dapat berupa proses pasif yang tergantung pada kekuatan difusi dan osmosis, atau berupa proses aktif yang membutuhkan energy dari ATP, atau mungkin terjadi karena kekuatan elektrokemision dan afinitas yang membutuhkan energy pula. Cara lain untuk mengambil bahan-bahan ekstraseluler pada sel adalah fagositosis dan pinositosis. Bila pengambilan bahan dengan aktifitas amuboid,maka proses tersebut dinamakan fagositosis, dan sel yang mempunyai kemampuan seperti itu disebut sel fagosit. Sel akan bergerak ke arah bahan dan kemudian mengelilingi  dan akhirnya bahan tersebut ditelan. Kemampuan tersebut menjadi ciri beberapa sel darah putih, mampu menelan bahan yang relative besar, sisa-sisa jaringan, degenerasi sel darah merah dan bacteria. Pinositosis merupakan proses pengambilan bahan cair dan molekul berukuran besar untuk melewati membran plasma dengan transport aktif, terutama protein-protein kecil. Bahan-bahan tersebut pertama kali ditarik ke membran plasma sehingga terjadi kontak fisik keduanya. Adanya perubahan tegangan permukaan maka terjadi invaginasi ke dalam sel sehingga bahan serta cairan ekstraseluler ikut terbawa. Invaginasi sel kemudian membentuk kantong yang dibatasi membran atau bangunan seperti tetesan yang disebut vesikel pinositosis dan kemudian membran plasma akan menutup invaginasi tersebut.  Vesikel pinositosis yang telah berada dalam sitoplasma sel tersebut akan membebaskan cairan yang dibawanya setelah membran vesikel dicerna oleh lisosom. Pinositosis dapat diamati pada sejumlah sel mamalia, terutama pada sel yang dilengkapi dengan mikrovili seperti pada sel epithel intestinalis dan tubulus renalis proksimal.
Metabolisme (respirasi internal) menunjukkan proses pemanfaatan bahan makanan oleh sel, pada dasarnya oksidasi komponen karbon menjadi karbondioksida dan air serta melepaskan energy. Reaksi yang menghasilkan pembangunan dan pemeliharaan tubuh melalui pembentukan enargi disebut anabolisme dan reaksi yang membebaskan energy melalui pemecahan suatu bahan disebut katabolisme.
Ekskresi dan sekresi pada tingkat seluler menunjukkan proses pelepasan suatu bahan dari sel. Bila yang dikeluarkan merupakan sisa-sisa produksi maka disebut ekskresi, sedangkan bila yang dilepaskan bahan-bahan yang bermanfaat maka disebut sekresi. Sekresi hasil sintesis oleh sel terjadi dengan proses eksositosis dan emiositosis (kebalikan pinositosis). Vesikel yang dibatasi oleh membran dan berisi bahan-bahan sekretoris serta dibentuk oleh apparatus golgi berjalan dari sitoplasma ke membran plasma. Kemudian melekat pada membran, menyebabkan membran pada titik perlekatan menjadi hancur sehingga isi vesikel tersebut keluar menuju ruang cairan ekstraseluler.
Iritabilitas (eksitabilitas)menunjukkan kemampuan bereaksi terhadap suatu rangsangan. Ada dua sifat yaitu konduktivitas dan kontraktilitas. Konduktivitas merupakan sifat penghantar impuls dari satu titik ke titik lainnya. Sel neuron dan sel muskulus merupakan sel dengan spesialisasi untuk fungsi konduktivitas dan iritabilitas. Kontraktilitas merupakan sifat yang mampu memendek ke satu arah. Sel muskulus mempunyai spesialisasi sifat ini.

Komposisi Kimia Sel
  Komposisi kimia sel memegang peranan penting dalam fungsi sel
  Komposisi protoplasma antara lain air,protein, lipid, bahan anorganik, dan bahan bahan lain termasuk karbohidrat.
  Molekul-molekul yang sangat penting terutama protein, asam nukleat, lipid dan bahan dasarnya
AIR
  Bagian terbesar penyusun protoplasma
  Bagian sel yang amorf yaitu protoplasma merupakan koloid dalam air
  Air juga berperan sebagai pelarut bahan-bahan anorganik dan berperan dalam reaksi-reaksi sel
  Air  bebas dan air terikat
  Kandungan air pada tubuh hewan berkisar antara  55-67% berat badannya
  40% cairan intra seluler
  15%  cairan interstitial (terdapat diantara sel, cairan limfa dalam pembuluh limfa, cairan serebrospinalis, cairan dalam persendian, cairan dalam bola mata (intraokuler), cairan serosa dalam rongga viseral seperti saccus perikardialis, saccus pleural dan rongga peritoneal
  Air keluar dari tubuh melalui urine, feses, dan insensible water loss (paru saat bernapas, penguapan kulit/keringat)
  Penggantian air dari air minum, makanan dan air metabolik
  Air--àpenghantar panas yang baik-àkontrol suhu tubuh
PROTEIN
       Unsur penyusun protoplasma terbesar setelah air
       Berperan dalam pemeliharaan tekanan osmotik sel, elemen struktural (rambut,bulu,kuku), kolagen pada jaringan ikat, ensim (katalisator), penyusun hormon, pembawa substansi dalama darah dan memelihara tekanan osmotik darah, imunitas/antibodi, filamen muskulus, transmisi informasi genetik
       Protein merupakan makromolekul  yang disusun oleh polimer asam-amino dengan ikatan peptid
       Asam amino-peptida-polipeptida
       Protein struktural : kolagen, elastin, keratin
       Protein reaktif : enzim, hormon, globulin, histon, protamin, protein kontraktil dan protein yang berkaitan dengan substansi non amino
       Kombinasi protein : nukleoprotein, mukoprotein, glikoprotein, lipoprotein
LIPID
       Pembentuk membran plasma dan struktur membran dalam sel
       Trigliserid--àcadangan energi dalam jaringan lemak hewan
       Prostaglandinà kelompok hormon yang mengandung asam lemak tidak jenuh dengan atom C-20
       Lilin (wax)------lanolin merupakan lemak bulu
                                                -----Serumen merupakan lemak telinga
       Vitamin A,D,E,K mengandung lipid
       Fosfolipid
       Kolesterol
       Steroid
KARBOHIDRAT
       Karbohidrat dalam sel kira-kira hanya 1%
       Energi lebih efisien disimpan dalam bentuk lemak daripada karbohidrat karena unsur karbon dan hidrogen dalam lemak dapat dioksidasi semua, sedangkan unsur hidrogen dan oksigen dalam karbohidrat dengan proporsi yang sama dengan air, ternyata hanya unsur karbon yang dapat dioksidasi
       Meskipun demikian, karbohidrat dalam sel mempunyai daya ubah dan manfaat yang tinggi sebagai energi untuk  metabolisme dalam sel
       Glukosa----dikonversi menjadi energi dalam sel
       Glukosa----polimerisasi menjadi glikogen untuk disimpan (sel hepar, sel otot lurik)
       Berkombinasi dengan asam nukleat membentuk DNA dan RNA
BAHAN-BAHAN ANORGANIK
  Na, Mg, Fe, Yodium, Cl, K, dll

Bentuk Fisik Komponen Sel
  Larutan koloid ----sitoplasma
  Kristaloid ----- glukose, garam –garam, urea, asam urat dan kreatinin
  Koloid---liofilik, liofobik 
 
Transportasi Melintasi Membran
  Membran plasma merupakan faktor utama dalam pengaturan homeokinesis (homeostasis)
  Pemeliharaan lingkungan interna sel agar keadaannya relatif tetap melalui perubahan-perubahan yang bersifat dinamis
DIFUSI DAN DIFUSI FASILITATIF
       DIFUSI merupakan mekanisme pasif
       Difusi dapat terjadi karena semua molekul dan ion mempunyai tenaga kinetik
       Molekul saling bertabrakan  satu sama lain dan terpental sehingga tersebar merata dalam pelarut sampai kadarnya sama
       Proses terjadi dari daerah dengan kadar partikel yang tinggi ke yang rendah
       Substansi yang mampu melakukan difusi melintasi membran dengan tenaga kinetik misalnya O2, CO2 dan alkohol
       Molekul lain harus dapat  larut dalam air atau lipid
       Membran sel bersifat permeabel  selektif
       Kecepatan laju difusi dipengaruhi oleh 
       1. permeabilitas membran terhadap molekul atau ion tertentu
       2. perbedaan kadar antara dua sisi membran
       3. perbedaan muatan listrik
       4. tenaga kinetik, atau perbedaan tekanan pada kedua sisi membran
       DIFUSI FASILITATIF  prinsipnya sama dengan difusi namun menggunakan sistem carrier untuk membantu melewati membran tetapi tidak membutuhkan ATP
       Selain karena perbedaan kadar, kecepatan difusi fasilitatif juga tergantung pada jumlah substansi carrier yang terdapat dalam membran
       Contoh: Glukosa dibantu oleh hormon insulin dari pankreas untuk dapat masuk ke dalam sel guna memproduksi energi
OSMOSIS
       Merupakan proses gerak air pelarut melewati membran yang bersifat permeabel selektif, beberapa partikel yang terlarut (substansi dalam tubuh dan cairan sel) seperti protein tidak dapat melewati membran. Pada keadaan tersebut supaya kedua sisi membran mempunyai tekanan yang seimbang, air harus bergerak melewati membran untuk memperbaiki perbedaan kadar yang disebabkan oleh substansi yang tidak dapat melewati membran.
       Contoh, bila sel mempunyai kadar partikel yang lebih tinggi daripada cairan interstitial disekeliling sel, maka air dari cairan interstitial akan bergerak masuk ke dalam sel sampai tercapai keseimbangan tekanan dikedua sisi membran. Karena adanya gerak air, maka volume sel meningkat dan tekanannya juga meningkat
       Tekanan tersebut disebut tekanan osmotik karena dihasilkan oleh gerak air dengan cara osmosis. Hal tersebut dapat digunakan sebagai kekuatan untuk mengerakkan larutan berkadar rendah disisi membran kelarutan berkadar tinggi disisi membran yang lain
       Tekanan osmotik merupakan mekanisme penting dalam homeokinesis karena menentukan banyak sedikitnya air yang masuk dan keluar dari sel
       Bila kadar larutan pada kedua sisi membran sama, seperti sel dalam darah, maka cairan disekeliling sel tersebut dikatakan isotonik (isoosmotik)
       Larutan NaCl 0.85%=larutan isotonik  dengan sel darah merah= larutan garam fisiologis, untuk menjaga kesegaran jaringan seperti pada luka terbuka sehingga tidak terjadi kerusakan sel
       Bila cairan disekeliling lebih rendah tekanan osmotiknya maka dikatakan hipotonik  dan air akan cenderung melewati membran, masuk kedalam sel. Air yang masuk menyebabkan pembengkakan dan kemudian pecah, sel darah merah mengalami hemolisis
       Bila sel darah merah didalam plasma hipertonik (lebih pekat dari sitoplasma sel) maka akan melepaskan air ke dalam plasma dan menjadi berkerut (krenasi)
TRANSPOR AKTIF
  Gerakan melewati membran plasma dengan memanfaatkan energi yang dihasilkan oleh sel
  Transpor aktif dengan bantuan energi dan molekul carrier mampu membawa substansi dengan arah uphill melawan gradient kadar atau gradient elektrik atau gradient tekanan

Organel Sel (Lihat Kuliah Struktur Hewan-materi Gambaran Umum Sel Hewan)

Pembelahan Sel
       MITOSIS -Pembelahan sel-sel somatik
       Interfase –merupakan bagian dari siklus pembelahan sel, yaitu pada saat sel tidak mengalami mitosis. Replikasi DNA terjadi pada saat interfase ini
       Profase- terjadi kenaikan daya bias (kemampuan membiaskan cahaya), turgor dan tegangan permukaan sel, sitoplasma lebih pekat dan nukleus cenderung menurun kekentalannya, Terjadi pecahnya bungkus nukleus dan nukleolus, kedua sentriol bergerak ketiap ujung sel, mikrotubul membentuk struktur seperti kipas menyusun seperti bunga aster
       Metafase- menghilangnya bungkus nukleus dan nukleous, kromatid bergerak ke equator, mikrotubul melekat pada sentromer kromatid
       Anafase- pembelahan masing-masing sentromer, terpisahnya dua kromatid
       Telofase- separuh jumlah kromosom tertarik oleh mikrotubulus, bungkus nukleus terbentuk kembali dan terbentuk set sel baru
MEIOSIS
  Pembelahan reduksi
  Terjadi proses gametogenesis (oogenesis dan spermatogenesis)