Welcome To Veterinary's World

Selasa, 19 Juni 2012

Soal Kuis Anatomi Fisiologi Manusia (Bagian 2)


  1. Mengapa harus ada volume sisa dalam paru-paru manusia?
  2. Jelaskan tentang kapasitas paru-paru manusia
  3. Jelaskan tentang mekanisme refleks batuk pada manusia?
  4. Jelaskan tentang mekanisme transport CO2 oleh darah dalam sistem respirasi manusia
  5. Jelaskan tentang proses kapasitasi sperma manusia
  6. Jelaskan tentang proses spermatogenesis
  7. Sebut dan jelaskan tentang perubahan tubuh saat pubertas pada laki-laki dan perempuan
  8. Jelaskan tentang proses ereksi dan ejakulasi pada laki-laki
  9. Mengapa folikel dapat membengkak sampai 6-10x dengan cepat sesaat sebelum ovulasi?
  10. Jelaskan tentang siklus endometrium dan menstruasi pada wanita
  11. Sebut dan jelaskan tentang 3 sistem hormon reproduksi wanita
  12. Jelaskan tentang proses fertilisasi ovum oleh sperma sampai terjadinya kehamilan dan kelahiran bayi
  13. Jelaskan tentang fungsi estrogen dan progesteron pada wanita
  14. Apa yang anda ketahui tentang jantung koroner? Jelaskan
  15. Apa yang anda ketahui tentang :
    a. menopause
    b. mons pubis
    c. sel teca ovaria
    d. sel granulosa ovaria
    e. corpus luteum
    f. clitoris
    g. corpus albicans
    h. sel sertoli
    i. sel leydig
    j. semen
    k. volume tidal
    l. kapasitas vital
    m. ampulla isthmus junction
    n. glandula bartholins
    o. infundibulum

Jumat, 20 April 2012

soal kuis anatomi dan fisiologi manusia (bagian 1)

  1. Gambarkan skema dan jelaskan tentang 9 regio abdomen pelvis
  2. Sebut dan jelaskan tentang pembagian jumlah tulang vertebrae pada manusia
  3. Jelaskan tentang amfiarthrosis, sinarthrosis dan diarthrosis dengan disertai contoh-contohnya
  4. Jelaskan tentang proses penyembuhan fraktur
  5. Sebutkan tulang tulang penyusun tengkorak manusia
  6. Sebutkan otot-otot penyusun tangan dan kaki manusia
  7. Jelaskan tentang osteoporosis dan osteomalasia
  8. Jelaskan tentang fungsi otot pada manusia
  9. Sebutkan otot-otot penyusun bahu manusia
  10. Sebut dan jelaskan hormon-hormon gastrointestinal
  11. Jelaskan tentang fungsi saliva
  12. Selaskan tentang fungsi lambung manusia
  13. Jelaskan tentang mekanisme proses menelan makanan pada manusia
  14. Sebut dan jelaskan sel penyusun lapisan tunika mukosa lambung
  15. Jelaskan mekanisme proses defekasi pada manusia
  16. Jelaskan tentang fungsi endokrin dan eksokrin pankreas manusia
  17. Jelaskan tentang fungsi hati manusia
  18. Jelaskan tentang fungsi garam empedu pada pencernaan manusia, dan apa yang terjadi apabila tidak ada garam empedu?
  19. Mengapa sel chief memproduksi pepsinogen dalam keadaan belum aktif? bagaimana proses aktivasi pepsinogen tersebutrt sehingga terbentuk pepsin?
  20. Jelaskan tentang mekanisme umpan balik insulin dan glukagon pada manusia

Senin, 23 Januari 2012

FISIOLOGI DIGESTI


       Digesti merupakan proses penguraian bahan makanan ke dalam zat-zat makanan yang terjadi dalam saluran pencernaan, agar dapat diserap dan digunakan oleh jaringan
       Fungsi utama pencernaan adalah memecah molekul kompleks dan molekul besar dalam makanan sehingga molekul dapat diserap dan digunakan tubuh
       Anatomi  Umum
       Mulut-faring-esofagus-lambung-usus-anus
       Invertebrata àfagositosis
PENCERNAAN HEWAN TINGKAT RENDAH
       Intraseluler
       Protozoa, contoh paramecium dan amoeba
       Butir makanan dibungkus oleh vakuola---sel—hasil pencernaan diserap---limbah dikeluarkan
PENCERNAAN PADA AMFIBI
       Hampir sama dengan ikan
       Rongga mulut terdapat gigi bentuk kerucut untuk memegang mangsa dan lidah untuk menangkap mangsa
       Esofagus berupa saluran pendek
       Ventrikulus berbentuk kantung (terbagi dua—muara esofagus dan saluran keluar)
       Intestinum dibedakan atas usus halus dan usus tebal
       Usus halus (duodenum, jejenum dan ileum) tapi belum jelas batas-batasnya
       Usus tebal berakhir pada rektum dan menuju kloaka
       Kloaka merupakan muara bersama antara saluran pencernaan,reproduksi dan urin
       Kelenjar pada amfibi adalah hati dan pankreas
PENCERNAAN PADA AVES
       Makanan ditampung dalam crop/empedal/gizzard---terjadi proses penggilingan sempurna hingga halus
       Makanan—paruh—ditelan—tembolok—dilunakkan dan dicampur dengan kelenjar pencernaan proventrikulus---digiling dalam empedal (tidak ada enzim pencernaan dalam empedal), fungsi utama untuk memperkecil ukuran partikel makanan
       Empedal---masuk ke duodenum (ada enzim amilolitik,lipolitik dan proteolitik dari pankreas dan amilase dari empedu hati)—usus halus dindingnya mengeluarkan kelenjar yang mengandung erepsin dan enzim pemecah gula---diserap vili usus
       Unggas tidak mengeluarkan urine cair, namun urine dikeluarkan bersama-sama dengan feses.
       Warna feses putih---asam urat
PENCERNAAN PADA REPTIL
Rongga mulut –gigi bentuk kerucut, lidah bercabang dua
Esofagus
Lambung/ventrikulus
Intestinum (usus halus dan usus tebal)
Kelenjar pencernaan hati,pankreas, kantung empedu
PENCERNAAN PADA MAMALIA
Saliva tersusun dari: air, elektrolit, mukus, & enzim.
       Air & mukus: melunakkan & melicinkan ingesta memudahkan mastikasi & penelanan (swallowing).
       lysozyme: enzim saliva dengan efek antibakteri.
       amylase: enzim pencerna tepung (starch) didalam saliva
       Sekresi pada sapi >200 liter/hari; manusia 1-2 liter/hari
DIGESTI MEKANIK—PREHENSI DAN MASTIKASI
       Gerakan mengantarkan makanan masuk ke dalam mulut disebut prehensi
       Gigi, pipi, lidahà organ prehensif
       Pengunyahan atau mastikasi atau chewing  biasanya merupakan proses yang segera timbul setelah prehensi
       Otot yang berperan : pterigoid, masseter dan temporal
DEGLUTISI
       Deglutisi atau proses penelanan terbagi dalam tiga tahap
       1. bergeraknya makanan atau air melalui mulut
       2. bergeraknya bolus didalam faring
       3. refleks peristaltis esogafus
MEKANISME DEGLUTISI
       Tahap pertama proses menelan berada dibawah kehendak/sadar.
       Makanan+saliva--àbolus-àpermukaan atas lidah-àlidah diangkat ujungnya dahulu, kearah palat keras untuk menggerakkan bolus menuju faring ; sedangkan palat lunak diangkat menutup hidung sebelah caudal-àdasar lidah  mendorong bolus  masuk ke dalam faring
       Bolus bergerak didalam faring-à merangsang tekanan dinding faring-à refleks penghambatan respirasi, laring ditutup, ditarik ke atas dan ke depan-àdasar lidah melipat epiglotis pada bukaan laringeal-àfaring dipendekkan-àgerakan peristaltik otot faringeal mendorong bolus masuk esofagus
       Bolus dalam esofagus-àproses peristaltis esofagus-àrelaksasi dan kontraksi cincin otot dinding esofagus
       Kecepatan gerak makanan  35-40 cm/detik, bahan cair bergerak 5x lebih cepat
GERAKAN lambung
       Non Ruminansia
       Bolus (bolus dalam bentuk berlapis-lapis)—gelombang kontraksi peristaltik--- cardia---antrum pilorik---spincter pilorik--- duodenum
       Faktor yang mempengaruhi pengosongan lambung : volume makanan; fluiditas campuran; reseptivitas duodenum (banyak sedikitnya chyme)
       Air dapat melintas dalam perut meskipun perut itu penuh, tanpa harus melarutkan isi perut itu
       Osilasi ritmik---potensial membran sel-sel otot halus saat perut kosong---kontraksi peristaltik—gelombang kecil—kontraksi lapar
       Ruminansia
       Ruminasi à proses yang memungkinkan seekor hewan merumput, mengunyah yang meliputi proses regurgitasi (makanan kembali dalam mulut), remastikasi (pengunyahan kembali), reinsalivasi (pencampuran dengan saliva) dan kemudian ditelan lagi
Regurgitasi
Diawali dengan kontraksi retikulum, menggerakkan ingesta (bolus) yang berat ke ujung kardia, menyebabkan sfingter antara esofagus & lambung depan relaks---glottis menutup setelah inspirasi---tekanan negatif
menyebabkan dinding tipis esofagus &
kardia berdilatasi
Tekanan diesofagus lebih rendah daripada rumen bersamaan dengan terjadinya antiperistaltik berakibat material (ingesta semifluid) melewati kardia masuk ke esofagus hingga ke mulut
 Sapi:
􀂃 Rata-rata 8 jam perhari ruminasi.
􀂃 Satu siklus ruminasi butuh waktu 1 menit,
3-4 detik untuk regurgitation & redeglutisi.
       Retikulum---menangkap logam dan benda keras; tidak ada kelenjar
       Rumen– muscular; fermentasi; penyimpanan dan pencampuran
       Omasum--- mengurangi ukuran partikel; mengabsorpsi air; tidak ada kelenjar
       Abomasum--- perut sejati; enzim dan kelenjar
Eruktasi
       CO2 dan methan
       Diproduksi oleh mikroba dalam rumen
       Kontraksi rumen dan pembentukan gas
       Terjadi bloat jika gas tidak keluar
Usus halus
       Pergerakan refleks-à Chyme---rangsangan usus---gerakan usus--mendorong ingesta melaju kedalam saluran pencernaan dan mencampurnya dengan cairan pencernaan, membuat kontak dengan dinding usus dan vili agar terjadi penyerapan
       Segmentasi ritmikàsuatu jenis gerakan intestinal yang tidak menggeserkan ingesta menyusuri saluran pencernaan, tetapi hanyalah mencampurkannya saja
       Kontraksi intermitten-àingesta bentuk bola-bola
       Peristaltik-à gerakan mendorong ingesta disepanjang usus menuju anus
Vomitus/emesis atau muntah
Respon proteksi bertujuan membuang ingesta yang merusak dari lambung dan usus halus (small intestine) .
􀂾Merupakan reflek sangat terkoordinasi, dikontrol melalui pusat reflek muntah di brainstem.
􀂾Emetics: obat yang merangsang pusat muntah, menyebabkan muntah.
􀂾Proses muntah dimulai relaksasi sfingter antara lambung dan usus halus, diikuti antiperistaltik yang mendorong isi usus ke lambung.
Digesti fermentasi- proses fermentasi
       Substrat molekuler dipecah oleh aksi bakteri dan mikroorganisme lain
       Terjadi di forestomach (non-glandular); sekum dan colon
       Faktor pengaruh pH, kelembaban, kekuatan ionik, kondisi oksidasi-reduksi yang dapat mempertahankan mikroba
       Mamalia tidak mampu mencerna langsung komplek karbohidrat yang menyusun sel tanaman (cellulosa & hemicellulose) oleh karena mamalia tidak menghasilkan enzim cellulase.
       Lambung depan ruminansia menyediakan lingkungan yang serasi bagi pertumbuhan bakteri, protozoa & mikroba lainnya yang mampu menghasilkan cellulase.
Tipe mikroba :
       Starch fermenter---amylotic mikroba
       Selulose fermenter---selulotic mikroba
       Sesuai jenis makanan
kategori mikroba:
       Bakteri
       Protozoa
       jamur
volatile fatty acid
Acetic acid
       Sebagian besar dari selulose
       Penting untuk lemak susu pada sapi perah
Propionic acid
       Sumber biasanya dari starch
Butyric acid
       Derivate asam asetat
       VFA dihasilkan melalui fermentasi karbohidrat(yang dikonsumsi oleh ruminansia)
       VFA juga dihasilkan dari pengolahan karbohidrat yang diproduksi oleh aktivitas selulase mikroba
       VFA juga digunakan untuk sintesis lemak susu pada hewan yang sedang menyusui
       Methane dan CO2 dihasilkan oleh pencernaan fermentatif dan terakumulasi ---lapisan gas  diatas ingesta rumen dan retikulum
Produk akhir digesti fermentasi
       VFAs---sumber energi utama
       CO2
       NH3 (ammonia)
       CH4 (methan)
       mikroba
reticular/esophageal groove
       Pada ruminansia muda
       Air susu terhindar masuk rumen dan retikulum----langsung masuk omasum dan abomasum
       Air susu dari ember menyebabkan air susu langsung ke rumen sehingga pencernaan tidak sempurna
Gastric juice
       Gastric juice/gastric pit : sekresi substansi kombinasi kedalam lambung oleh kelenjar lambung  dan sel epithel pada mukosa lambung
       Terdiri dari : air, HCl, mukus, factor intrinsic, pepsinogen dan rennin
       Regulasi sekresi : face cephalic; gastric dan intestinal
Fase cephalic
       Respon terhadap: melihat; bau/mencium dan atau rasa makanan
       Berhubungan dengan rangsangan nervus vagus (saraf parasimpatis meningkat) ke lambung
Fase gastric
       Respon terhadap masuknya makanan ke lambung
       Protein di lambung memicu sekresi hormon gastrin dan histamine-àmemicu sel parietal lambung-àmenghasilkan HCl (asetilkolin = neurotransmitter parasimpatis juga mampu merangsang sel parietal mensekresi HCl)
       Lebih efisien jika ada ketiganya (asetilkolin+gastrin+histamine)---sekresi HCL
       Reseptor histamine pada sel parietal (H2) berbeda dengan reseptor yang berhubungan dengan reaksi alergi (H1)
       Antagonis H2-àmenurunkan sekresi HCl
       Antihistamine untuk alergi tidak berikatan dengan reseptor H2à tidak mengganggu pencernaan
Fase intestinal
       Kebsekresi hormon kolesistokinin, gastrin inhibitory peptide dan sekretin dari epithel duodenal-à menghambat sekresi HCl (menghambat fungsi lambung)eradaan makanan diduodenum memicu
       Mamaliaàgastric juice mencapai pH 2 atau kurang
       Berperan proteksi menekan pertumbuhan mikroba yang masuk bersama makanan
       Rendahnya pH akan menghambat sekresi HCl -àmenghindari pH terlalu asam
       Pepsinogen akan teraktivasi oleh rendahnya pHàterbentuk pepsinàpepsin akan mengaktifkan lebih banyak pepsinogen
       Chief atau peptic cell àmensekresi pepsinogen (mengawali pencernaan protein dalam lambung)
       Pencernaan protein sempurna terjadi dalam usus halus (dibantu enzim digesti lainnya)
       Peran mucusàmencegah kerusakan lapisan sel epithel lambung dari asam lambung
       Sekresi mucus dirangsang oleh prostaglandin (diproduksi lokal di dinding lambung)
       Obat anti radang non steroid—aspirin dan penilbutazonàmenghambat sintesis prostaglandin
       Renin
       Enzim didalam gastric juice yang terdapat didalam abomasum ruminansia muda
       Fungsinya mengkoagulasikan air susu sehingga perjalanan air susu disepanjang saluran gastrointestinal berkurang/lambat
       Intrinsic factor
       Suatu carrier protein untuk vitamin B12 àmengikat vitamin B12àmenuju ke ileumàterjadi absorpsi vitamin B12

HOMEOSTASIS

KESEIMBANGAN CAIRAN

l  Komposisi tubuh  :
    - zat padat   : 40 % BB
    - zat cair      : 60 % BB
   Zat cair  bayi : 75 % BB
             > 70 th : 45 % BB
o         Wanita < pria  
l  Distribusi air dalam tubuh terdiri :
   cairan intrasel    : 40 % BB
   cairan ekstrasel : 20 % BB
l  Cairan ekstrasel terbagi dalam :
   cairan intravaskuler : 5 % BB
   cairan interstitial      : 15 % BB
l  Cairan intravaskuler yg 5 % adalah plasma
   volume sel darah merah 3 % BB
   volume darah 8 % BB
l  Konsep dasar pengaturan cairan & elekt
     1. Mekanisme homeostasis yg me-
         mantau dan mengatur komposisi
         cairan tubuh peka thd perubahan
         dlm cairan ekstraseluler.
     2. Tidak ada reseptor scr langsung me-
         mantau keseimbangan cairan,reseptor
         dpt memantau volume dan konsentrasi
         osmotik plasma.
3. Perbedaan tek. osmotik dpt sebab-
    kan transpor aktif garam dan diikuti   
    transpor pasif air.
4. Air dan elektrolit dlm tubuh mening-
    kat bila yg masuk >> drpd yg keluar
l  Hormon yg mengendalikan keseimba
   ngan cairan dan elektrolit :
   - anti diuretik hormon (ADH)
   - aldosteron
   - atrial natriuretic peptide
l  Antidiuretik hormon (ADH)
   perubahan 2 % P osm
   osmoreseptor (hipotalamus)
                        rangsang ginjal tahan air
    ADH 
                        rangsang pusat haus 
l  Aldosteron
   K naik /            
   Na turun 
               cortex adrenal        
                                 aldosteron 
l  Atrial natriuretic peptide (ANP)
   tek. darah  / vol. darah naik
   peregangan abn. dinding atrium
   ANP     haus turun, blok ADH & aldos
as1
as5
as3
as4
l  PERTUKARAN CAIRAN DGN LINGKU
   NGAN
   Kehilangan cairan : 2500 ml/hr
     - urine
     - faeces
     - insensible perspiration
l  PERTUKARAN CAIRAN DGN LINGKU-
   NGAN
   Peningkatan suhu ---- demam
   insensible water loss
l  Pemasukan air : 2500 ml/hr
     - makan  1000 ml
     - minum  1200 ml
     - hasil metabolisme 300 ml :
       hasil fosforilasi oksidasi di mitokondria
l  Kelebihan dan kehilangan cairan
   - Isi air tubuh sulit diukur
   - Konsentrasi Na (130 mEq/l) :
       * hiponatremia : overhidrasi
       * hipernatremia : dehidrasi
l  Minum terlalu banyak
l  Pemberian infus cairan hipotonik >>
l  Gangguan pengeluaran air mell urine
l  Kelainan endokrin (prod ADH >>)
                hiponatremia
   
       pergeseran cairan ke interstitial
                    edema
Kehilangan >> pemasukan air :
  * diabetes mellitus
  * diabetes insipidus
            hipernatremia
     konsentrasi osmotik plasma >>
               dehidrasi
            syok sirkulasi
l  Konsentrasi osmotik CES :
   - meningkat      cairan hipertonik   
     air akan berpindah dari CIS ke CES
     keseimbangan osmotik terjaga
   - menurun       cairan hipotonik
     air berpindah dari CES ke CIS
l  Mekanisme konsentrasi ginjal
   setelah 2/3 filtrasi glomerulus (180l/h)
   direabsorpsi di TKP mell 3 proses yg
   berhub :
    - mengirim cairan ke seg pengencer
    - memisahkan lar & air didlm seg pe
      ngeceran
    - reabsorbsi air didlm duktus kolekting
as29
l  Mekanisme pengenceran urine :
   1. Kirim air ke bag tebal ascending
       loop Henle, tub kont dis & sistem
       kolekting.
   2. Buat cairan hipotonik mak dlm seg
       men pengenceran.
   3. Pertahankan sist kolekting impermeable
       & tanpa pengaruh ADH / antidiuretik lain

KESEIMBANGAN ELEKTROLIT
l  Keseimbangan tercapai bila masuk &
   keluar sama utk setiap elektrolit.
          Penting karena :
   - pengaruhi scr langsung keseimba-
     ngan cairan
   - pengaruhi fungsi sel
KESEIMBANGAN NATRIUM & KALIUM
          Perhatian :
   - kontributor utama konsentrasi os-
     motik CES & CIS
   - pengaruhi langsung fungsi normal
     semua sel
KESEIMBANGAN NATRIUM & KALIUM
NATRIUM :
-          kation dominan di CES
-          NaCl & NaHCO3
-          Normal Na CES : 136-142 mEq/l
                      CIS  : 10 mEq/l
KALIUM :
-          kation dominan di CIS : 160 mEq/l
                                  CES : 3,8-5 mEq/l
KESEIMBANGAN NATRIUM & KALIUM
Ada 2 aturan umum :
1.       Masalah yg  sering pd gangguan
     elektrolit ok tidak seimbang masuk
     & keluar ion Na.
2.       Gangguan keseimbangan K jarang tetapi lebih bahaya.
         KESEIMBANGAN NATRIUM
          Jumlah Na di CES menunjukkan kese
   imbangan 2 faktor :
   1. Uptake Na mell digestif.
   2. Ekskresi Na di ren & pulmo
          KESEIMBANGAN KALIUM
          98 % di CIS
          Konsentrasi di CES     keseimbangan
   antara :
   1. Masukan mell epitel digestif.
   2. Keluaran mell urine       TKD dan
       sistem kolekting.
        KESEIMBANGAN KALIUM
3. Kadar aldosteron
    - aldosteron    pompa ion     reabsorb
      si Na     ditukar dgn keluar K dr cair
      an peritubuler.
    - konsentrasi K tinggi    sekresi aldo
      steron      Na ditahan K ekskresi
KESEIMBANGAN KALSIUM
          99 % total Ca di tulang
          Kation penting di CES & CIS
          Peranan penting :
   - di matriks mineral tulang
   - transmisi impuls saraf
   - kontraksi otot
   - koagulasi darah
   - sekresi hormon
   - adesi interseluler
   - second messenger intrasel utk proses :
     * eksositosis  * kemotaksis  * sekresi hor
       mon  * aktivitas enzim  * fertilisasi
KESEIMBANGAN KALSIUM
Dikendalikan scr ketat oleh interaksi :
-          Absorbsi gastrointestinal
-          Ekskresi ren
-          Resorpsi tulang
-          Sistem vit D - hormon paratiroid
KESEIMBANGAN MAGNESIUM
          Manusia mengandung sekitar 29 gr :
   - 60 % tersimpan di tulang
   - di cairan tubuh :
     * terutama di CIS (26 mEq/l)
     * di CES (1,5-2,5 mEq/l)
          Kofaktor thd reaksi enzimatik spt :
   - fosforilasi glukosa dlm sel
   - penggunaan ATP pd kontraksi serat otot
   - sbg komponen struktural tulang
* Intake 24-32 mEq/l (0,3-0,4 g) per hari
KESEIMBANGAN FOSFAT
          Dibutuhkan utk mineralisasi tulang
          Di cairan tubuh :
                - pembentukan energi
   - aktivasi enzim
   - sintesa asam nukleat
          Konsentrasi di plasma 1,8-2,6 mEq/l
          Direabsorbsi di tub kon proksimal di rangsang oleh calcitriol
          Keluar mell feses & urin 30-45 mEq/l per hari
KESEIMBANGAN ASAM BASA
PENDAHULUAN
          Menjaga homeostasis asam basa pen
   ting utk kehidupan organisme.
          Persamaan Henderson :
   [H+] = 24 PaCO2/ [HCO3]
          Kelainan asam basa dimulai oleh :
   - perubahan pd PaCO2   kelainan respirasi
   - perubahan pd bikarbonat plasma   kelain
     an metabolik
          Gangguan asam basa :
   - asidosis/alkalosis respiratorik
   - asidosis/alkalosis metabolik
   
l  pH cairan tubuh refleksi interaksi :
   - asam, basa, garam dlm larutan
          Normal : 7,35-7,45
          Perubahan konsentrasi H+ :
   - gangguan stabilitas membran sel
   - kelainan struktur protein
   - perubahan aktifitas enzim 
l  pH cairan tubuh :
  < 7,35       asidemia       asidosis
  > 7,45       alkalemia      alkalosis
    pengendalian pH penting proses
                       homeostasis
Pemeliharaan keseimbangan asam basa
                                 sistem buffer
                       - hanya peranan sementara
    H+ >>         - suplai mol buffer terbatas
                       - kontrol pH tidak mungkin
                       * koordinasi :
                       - kerja sistem buffer
                       - mekanisme respirasi
                       - mekanisme ren
KOMPENSASI GINJAL
          Perubahan pH plasma     kompensasi
   ren        perubahan laju sekresi dan reabsorbsi  H+ & HCO3
          Ion hidrogen disekresi ke tub cairan :
   - TCP
   - TCD
   - Sistem kolekting
   tergantung keberadaan buffer di urine
   (sekresi berlanjut sp pH cairan tub 4-4,5)
l  Gangguan keseimbangan asam basa
   dimulai oleh :
   - perubahan pd PaCO2   kelainan res
     piratorik
   - perubahan pd bikarbonat plasma
     kelainan metabolik
          Asidosis / alkalosis respiratorik
          Asidosis / alkalosis metabolik
          Etiologi :
   - kelainan yg mempengaruhi buffer
     sirkulasi, performa respirasi, fungsi
     ginjal.
   - kondisi kardiovaskuler.
   - kondisi yg pengaruhi CNS.
ASIDOSIS RESPIRATORIK
-          kelainan dimulai PaCO2
-          Asidosis    ion H+ tinggi     pH
       ALKALOSIS RESPIRATORIK
-          kelainan diawali oleh PaCO2
-          Alkalosis    ion H+ rendah       pH
-                    ASIDOSIS METABOLIK
-          Kelainan diawali oleh HCO3
-          Asidosis      ion HCO3 rendah     pH
-          Penyebab :
-           1. Produksi berlebihan asam tetap dan
-               organik.
-               as tetap spt asam sulfat & as fosfat
-               as organik spt as laktat.
-                   ASIDOSIS METABOLIK
-          2. Gangguan ekskresi H+ spt pd glome
-              rulonefritis.
-          3. Sesudah kehilangan bikarbonat >>.
ALKALOSIS METABOLIK
-          kelainan diawali oleh HCO3
-          Alkalosis     ion HCO3 tinggi    pH